Senin, 2 Agustus 2010 11:42 WIB News Share :

Aremania serang rumah warga Kediri

Kediri–Aksi tidak sportif ditunjukkan suporter Arema Indonesia, Aremania. Usai tim kesayangannya dikalahkan Sriwijaya FC di final Piala Indonesia, mereka melampiaskan kekecewaan dengan melakukan pengrusakan puluhan rumah di Kota Kediri.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi pengrusakan dilakukan Aremania saat melakukan perjalanan kembali ke Malang dengan menggunakan Kereta Api Mataremaja. Seperti dikomando dan telah melakukan persiapan sejak awal, sesampainya di Kota Kediri mereka langsung melakukan pelemparan batu ke arah rumah-rumah warga yang ada di sekitar jalur kereta.

Akibat pelemparan tersebut, puluhan rumah warga yang ada di Kelurahan
Dandangan, Balowerti, Pandean, Jagalan dan Kemasan, Kecamatan Kota Kediri rusak. Kerusakan rata-rata terjadi di bagian kaca samping dan genting, yang diakibatkan oleh lemparan batu dengan menggunakan tangan dan ketapel.

“Kejadiannya sekitar jam 9, saat kereta api Mataremaja lewat. Saat kejadian sendiri saya nggak di rumah, ini tadi kerja ditelepon isteri terus saya langsung pulang,” ungkap Wibowo ,36, salah satu warga Kelurahan Balowerti yang rumahnya mengalami keusakan pada 4 kaca nako, Senin (2/8).

Dari pengrusakan tersebut Wibowo menambahkan, dia dan sejumlah warga telah sepakat akan menuntut ganti rugi. Selain ke pihak Aremania, permintaan ganti rugi juga akan disampaikan ke PT Kereta Api.

“Ini sudah kesekian kalinya dan PT KA sejauh ini terkesan selalu lepas tangan. Kalau ini dibiarkan, jangan salahkan kalau nanti akhirnya warga marah dan melampiaskan kekesalannya dengan melakukan pelemparan balik,” ujar Wibowo tegas.

Aksi brutal Aremania ini juga menjadikan warga yang memiliki rumah di sepanjang jalur kereta lebih waspada. Mereka mengantisipasi terjadinya kejadian yang sama dengan memasang pelindung pada jendela rumahnya, dengan menggunakan alat seadanya.

Selain mengakibatkan rusaknya puluhan rumah warga, aksi brutal Aremania juga memecahkan kaca pelindung rumah sinyal milik Stasiun Kediri Kota. Meski demikian berbeda dengan warga, permintaan ganti rugi ke Aremania tidak akan dilakukan.

“Kerusakannya hanya di kaca dan nilainya mungkin nggak jauh dari 100 ribu. Kami akan ganti sendiri dan nggak minta ke mereka,” kata Kepala Stasiun Kediri Kota, Eko Bekti, kepada wartawan di stasiun.

Sementara pantauan di sekitar Stasiun Kediri Kota, sedikitnya 20 Aremania diamankan polisi usai kejadian tersebut. Mereka adalah rombongan sisa yang menumpang KA Brantas dengan tujuan akhir Kediri, untuk selanjutnya diarahkan melanjutkan perjalanan ke Malang dengan menggunakan angkutan bus umum.

dtc/ tiw

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…