Senin, 2 Agustus 2010 21:15 WIB Sukoharjo Share :

80 Tabung gas elpiji rusak/hari

Grogol (Espos)–Komisi II serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menemukan sebanyak 80 tabung gas elpiji konversi tiga kilogram (Kg) rusak setiap hari.

Tabung-tabung gas yang rusak itu selanjutnya dikembalikan warga Kota Makmur kepada dua stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE). Tingginya tingkat pengembalian tabung gas rusak ini memicu keprihatinan komisi II yang menilai kualitas tabung gas Pertamina buruk.

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak) komisi II serta Disperindag, Senin (2/8), di SPBE PT Anugerah Terang Abadi Gasindo (ATAG) Parangjoro, Grogol, tabung gas rusak yang dikembalikan agen dari warga sebanyak 30-35 unit per hari. Sementara itu di SPBE PT Sarana Investa Utama (Swastama) Manang, Baki, sebanyak 40-50 tabung gas rusak dikembalikan warga setiap harinya. Manajer SPBE PT Swastama, Agus Dwi mengatakan, jumlah tabung gas rusak yang dikembalikan warga per hari termasuk tinggi.

Disinggung mengenai penyebab tabung rusak, Agus menjelaskan, kebanyakan karena kebocoran serta tabung berkarat. “Tabung bocor itu kan berbahaya. Jadi wajar kalau masyarakat tidak mau menggunakan dan memilih mengembalikannya kepada agen. Agen selanjutnya menyerahkan tabung gas rusak kepada kami untuk kemudian ditarik Pertamina,” ujarnya.

Ketua Komisi II, Eka Junaedi menuturkan, kualitas tabung gas elpiji tiga Kg dari Pertamina sangat memprihatinkan. “Setiap pembuatan barang itu kan ada standardnya. Misalnya untuk pembuatan 100 barang, kalau ada satu dua rusak ya masih wajar. Sebaliknya kalau yang rusak setiap hari sebanyak ini, berarti kualitas barang tabung gas Pertamina yang dipertanyakan,” tandasnya di sela-sela Sidak.

Dengan tingginya jumlah tabung gas rusak yang dikembalikan warga, sambung Eka, harusnya bisa membuat Pertamina melakukan evaluasi. “Kalau temuan tabung gas rusak setiap hari tinggi, kita bisa mengirim surat komplain ke Pertamina. Sungguh berbahaya kalau kondisi seperti ini dibiarkan terus,” ujarnya.

Mengenai tabung gas rusak di SPBE Parangjoro, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag, Sadewo Suharto menjelaskan, terhitung sejak 12 Juli hingga akhir bulan pertambahan tabung gas rusak yang dikembalikan warga luar biasa. “Catatan kami dalam Sidak 12 Juli lalu, tabung gas rusak hanya 10.321 unit. Kemudian dalam Sidak hari ini,  jumlah yang rusak sudah bertambah menjadi 11.000 unit lebih. Kalau melihat pertambahannnya memang luar biasa,” ujar dia.

aps

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…