Senin, 2 Agustus 2010 11:55 WIB News Share :

60 Orang kibarkan bendera di bawah laut Wakatobi

Kendari–Pengibar bendera merah putih di bawah laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, oleh peserta Sail Banda dari 40 negara, dibatasi hanya 60 penyelam.

“Kita membatasi jumlah orang karena dikhawatirkan aktivitas¬† penyelaman yang terlalu massal saat mengibarkan bendera akan merusak terumbu karang,” kata Bupati Wakatobi Hugua melalui telepon dari Wanci, Ibu Kota Wakatobi, Senin (2/8).

Ia menambahkan, “kita tidak ingin terumbu karang di alam bawah laut Wakatobi terganggu karena kegiatan itu. Jadi terpaksa kita harus batasi sekalipun peminatnya sangat banyak.”

Selain membatasi jumlah pengibar bendera, kata Hugua, tiang-tiang tempat bendera diikat juga hanya dibolehkan menggunakan bambu ukuran kecil, sehingga saat ditancapkan didasar laut, tidak menimbulkan bekas lebih besar.

“Pokoknya pengibaran bendera di bawah laut bertepatan dengan hari HUT ke-65 Kemerdekaan dan disiarkan langsung SCTV ini akan dikemas sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu terumbu karang,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan Abdul Manan menjelaskan, pengibaran bendera merah putih memperingati HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2010 itu akan dilakukan di tiga tempat dalam waktu yang bersamaan, yakni di laut, di udara dan di darat.

Di udara akan menandai dimulainya acara Kabuenga, tradisi budaya yang akan melibatkan 10.000 peserta. Tradisi tersebut diyakini masyarakat Wakatobi sebagai ajang tempat mencari jodoh.

“Artis Zaskiah Meca dan Hanung Bramantio menikah setelah mereka mengikuti acara Kabuenga ini,” kata Manan.

Sedangkan di laut akan menandai dimulainya pergelaran budaya tradisional Bangka Mbule-mbule, tradisi masyarakat suku Bajau (Bajo) di Wakatobi melarung sesajen sebagai permohonan kepada penguasa laut agar melimpahkan rejeki dan menjauhkan nelayan dari marabahaya, terutama bahaya badai gelombang laut.

“Peserta di laut juga melibatkan ribuan perahu-perahu nelayan dan kapal-kapal mewah peserta Sail Banda yang akan membentuk formasi angka 65, sebagai symbol usia RI ke 65,” katanya.

Sementara di darat pengibaran bendera akan menandai perayaan HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan setiap tahun. Pada upacara ini, selain dimeriahkan dengan lagu-lagu kemerdekaan, juga diisi dengan berbagai aktrasi budaya.

Menurut Manan, pengibaran bendera di tiga tempat dalam waktu bersamaan ini diharapkan masuk dalam rekor MURI sebagai kegiatan terbesar di tahun 2010 ini.

ant/rif

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…