Minggu, 1 Agustus 2010 12:03 WIB Hukum Share :

Sekjen FBR
Bentrokan terjadi karena kesalahpahaman

Jakarta–Forum Betawi Rempug (FBR) membantah bila bentrokan dengan warga Rempoa pada Sabtu malam (31/7) terjadi dengan faktor kesengajaan. Bentrokan tersebut terjadi secara spontan karena ada kesalahpahaman.

“Saya rasa ini ada kesalahpahaman. Justru kita niatan awalnya menyambut bulan Ramadan dengan damai,” kata Sekjen FBR Ustad Daniel Al-Haj saat berbincang, Minggu (1/8).

Menurut Daniel, usai acara tablig akbar dalam rangka Milad FBR di Masjid Kubah Emas, Depok, seluruh anggota FBR diminta untuk pulang ke wilayahnya masing-masing dengan tertib dan damai. Acara ini berakhir pukul 17.00 WIB.

“Kalau ternyata sampai ada bentrokan dan kerusuhan semacam itu, itu sama sekali di luar rencana kita,” tegasnya.

Polres Jaksel mengamankan 32 orang anggota FBR untuk dimintai keterangan. Untuk menanganinya, pihak FBR sudah mengirimkan bantuan hukum. “Tim LBH kita sudah ke sana, dipimpin Hari Ibrahim dari LBH,” kata dia.

Ratusan anggota FBR bentrok dengan warga Rempoa pada Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB. Bentrokan ini diduga terjadi karena masalah sepele yakni pencabutan bendera FBR oleh warga yang keberatan jalananya dipasangi bendera ormas itu. Bentrokan menyebabkan sejumlah rumah, klinik, 1 mobil dan motor rusak.

dtc/ tiw

lowongan kerja
lowongan kerja NUPEST CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…