Minggu, 1 Agustus 2010 22:58 WIB Sragen Share :

Puluhan kios/los Pasar Gemolong II kosong

Sragen (Espos)--Puluhan kios/los di Pasar Gemolong II kini dalam kondisi kosong. Sepinya pasar membuat para pedagang enggan menempati kios/los yang dibangun tahun 2000 silam.

Pantauan Espos, di lokasi setempat, Minggu (1/8), pasar memang dalam kondisi sepi. Hanya ada sejumlah kios yang buka, terutama kios yang menawarkan kurungan dan burung. Sementara los yang berada di bagian tengah, hanya ditempati dua pedagang. Selebihnya hanya ada pedagang oprokan yang sekedar meletakkan dagangan di lantai pasar, sepeti kayu, arang dan daun jati. Kesibukan Pasar Gemolong II kala hari Minggu hanya tampak dari lomba burung berkicau yang sengaja digelar.

Pedagang setempat, Yatmi mengatakan sejak lima tahum menempati los di pasar tersebut kondisi pasar selalu sepi. “Sepi terus. Tidak pernah ramai. Paling kalau pon, pas pedagang ayam datang jadi agak ramai. Kalau tidak ya sepi begini,” papar Yatmi, saat dijumpai Espos, di pasar setempat.

Pedagang makanan matang yang berasal dari Simo, Boyolali itu menambahkan sebelumnya sekitar tiga tahun lalu pasar sempat agak ramai. Sejumlah pedagang juga mulai membuka kios mereka. Namun, tak lama berselang, para pedagang itu kembali menutup kios dan los mereka karena sepi pembeli. Kondisi Pasar Gemolong II yang selalu sepi, juga dibenarkan pedagang lain, Paiman.

Sementara itu, Lurah Pasar Gemolong, Joko Supriyanto mengakui kondisi Pasar Gemolong II sepi. Berdasarkan catatan pihaknya, hanya sekitar 50% kios dan los yang ditempati, dari total 113 kios dan 16 los. Joko mengaku pihaknya telah melakukan banyak upaya untuk menarik minat pembeli, di antaranya dengan menggelar lomba burung berkicau setiap hari Minggu dan menggadakan berbagai event lain. Namun, dia menegaskan, sejauh ini upaya-upaya tersebut memang belum membawa hasil.

Saat ini, Joko melanjutkan, pihaknya terus berupaya untuk menarik minat pembeli agar meramaikan pasar. Terkait kemungkinan untuk merenovasi bangunan pasar, dia menolak berbicara banyak, sebab hingga kini belum ada kepastian mengenai dana renovasi. “Memang hanya 50% yang dipakai, tapi ini kami terus berusaha,” tukas Joko.

tsa

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…