Minggu, 1 Agustus 2010 17:45 WIB Sragen Share :

Musim kemarau, pintu Waduk Ketro dibuka dua kali

Sragen (Espos)–Selama awal musim kemarau tahun ini, pintu Waduk Ketro telah dua kali dibuka. Sebanyak 712 meter kubik (m3) air telah dialirkan ke lahan pertanian di tujuh desa di sekitar waduk.

Tujuh desa tersebut adalah Desa Ketro, Slogo, Karangasem, Gabugan, Bunagung, Kalikobok, dan Tanon. Menurut Penjaga pintu Waduk Ketro, Joko Sutrisno pintu waduk dua kali dibuka karena kondisi lahan petani mulai kritis, sehingga membutuhkan pasokan air. “Terakhir dibuka semalam (Sabtu malam-red) pukul 22.00 WIB. Itu sudah yang kedua, sebelumnya sekitar pekan kedua bulan Juli juga sudah dibuka. Sementara ini pintu waduk harus ditutup dua pekan,” papar Joko, saat ditemui Espos, di kediamannya, Minggu (1/8).

Setelah dua kali dibuka, Joko menjelaskan, elevasi air Waduk Ketro kini mencapai 7,54 meter, dengan volume air 1,866 juta m3. Dengan sisanya air yang tersedia, menurut perhitungannya, kebutuhan petani selama musim kemarau dapat terpenuhi. Ia menuturkan, sedikitnya 892 hektar lahan pertanian di tujuh kelurahan Kecamatan Tanon bergantung pada air dari Waduk Ketro. Di lain pihak, petani Desa Ketro yang membudidayakan padi, Ngatinem mengakui sangat terbantu dengan air dari Waduk Ketro. Saat ini, kebutuhan air di lahan pertaniannya telah tercukupi.

tsa

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…