Minggu, 1 Agustus 2010 20:48 WIB News Share :

Mundjirin-Warnadi unggul sementara di Pilkada Kabupaten Semarang

Ungaran (Espos)–Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Semarang yang digelar, Sabtu (31/7), berjalan relatif lancar dan minim gesekan. Hasil perhitungan sementara versi perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan PDIP menempatkan pasangan Mundjirin-Warnadi yang mereka usung bersama PAN, PD, Hanura unggul atas dua pasangan kandidat lainnya yakni Subroto-Atika Arisanti (PKB, Gerindra) dan Siti Ambar Fathonah-Wuwuh Beno Nugroho (Golkar, PKS, PPP, PKPI).

Perhitungan cepat terakhir PDIP dari 100 persen suara, pasangan Mundjirin-Warnadi berhasil meraih 44,32 persen suara. Menyusul tipis di bawahnya pasangan Siti Ambar Fathonah-Wuwuh Beno Nugroho dengan raihan 41,3 persen. Sisa suara direbut pasangan Subroto-Atika Arisanti.

Sementara itu, KPU Kabupaten Semarang hingga Minggu (1/8) masih melakukan perhitungan suara di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). KPU baru akan mengumumkan hasil perolehan suara setelah perhitungan manual selesai dilaksanakan.

“Kami akan mengumumkannya pada 5 Agustus nanti,”  papar Ketua KPU Kabupaten Semarang, Agoes Hasto Oetomo. Ia mengaku jalannya pesta demokrasi di Bumi Serasi ini berjalan baik. Sejauh ini KPU belum menerima adanya laporan dugaaan penyimpangan atau pelanggaran Pilkada.

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Semarang, Bondan Maruto Hening, menyatakan hasil perhitungan cepat yang dilakukannya didasarkan pada data akurat yang disampaikan saksi yang ditempatkan di 1.662 tempat pemungutan suara (TPS) atau seluruh TPS yang ada. Sehingga pihaknya meyakini hasil perhitungan cepatnya cukup akurat.

“Kami memiliki data yang sah yang dipegang saksi yakni formulir C1 yang sudah disahkan,”  paparnya. Jika terjadi selisih antara hasil perhitungan cepat PDIP dengan hasil perhitungan manual KPU, Bondan meyakini selisihnya tidak akan terlalu jauh, atau bahkan sampai merubah kedudukan.

Sementara, pengurus DPD II Golkar Kabupaten Semarang yangn juga penasihat tim sukses pasangan Ambar-Wuwuh, Bambang Irianto mengakui hasil perhitungan sementara ini menunjukkan jagonya kalah suara dari rival terdekat mereka. Pun demikian, ia menyatakan ragu dengan hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh PDIP.

“Saya belum yakin kalau perhitungan itu benar. Karena ada indikasi kecurangan,” ungkapnya.

Dia menuturkan ada beberapa simpatisan yang melapor adanya dugaan pelanggaran selama pelaksanaan Pilkada, seperti adanya intimidasi dari pihak tertentu kepada pemilih untuk tidak mencoblos. Namun Bambang menyatakan pihaknya masih harus mendalami laporan tersebut dan mencari bukti otentik untuk bisa membawa persoalan itu ke ranah hukum.

kha

lowongan kerja
lowongan kerja NUPEST CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO — Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…