Minggu, 1 Agustus 2010 19:46 WIB News Share :

Lion Air
Jika ada barang bagasi hilang akan diganti

Jakarta –– Barang bagasi yang tertinggal di bandara keberangkatan memang mengesalkan. Hari ini, sejumlah penumpang Lion Air tujuan Pekanbaru mengeluhkan barang bagasinya yang masih tertinggal di bandara Cengkareng. Namun pihak Lion Air memastikan, jika ada barang bagasi hilang akan diganti.

“Kalau ada laporan barang bagasi hilang akan dicek dan dicari terus. Kalau hilang akan diganti sesuai ketentuan. Tapi biasanya ketemu kok,” kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat dihubungi detikcom pada Minggu (1/8).

Edward mengatakan, jika ada penumpang yang kehilangan barang bagasi hendaknya menyebutkan dengan detil ciri-ciri barangnya. Dengan demikian pihak Lion Air akan lebih mudah mencarinya.

“Kalau sudah ketemu yang cocok dengan yang hilang akan kita kirim langsung. Sebenarnya menurut aturan internasional, masa pencarian barang hilang itu 3 bulan. Tapi kami tidak ingin selama itu untuk mencari,” lanjut Edward.

Ditambahkan dia, ada pula kemungkinan barang bagasi penumpang ketelisut atau terselip. Sebab pada saat check-in label bagasi yang telah dipasang pada barang tanpa sengaja copot.

“Tapi kalau itu terjadi, biasanya barang ada di gudang kita. Petugas di lapangan juga selalu diingatkan agar hati-hati terhadap barang bagasi. Soalnya kalau sampai ada yang ketinggalan pasti kita mengeluarkan biaya tambahan,” terang Edward.

Menurutnya, barang bagasi yang tertinggal akan diantarkan hingga ke rumah penumpang yang bersangkutan. Untuk itu, biaya yang harus dikeluarkan terkadang mencapai setengah dari harga tiket.

“Kita sangat peduli akan hal itu. Makanya kita hindari ketertinggalan barang karena nanti kita yang rugi sendiri,” ucap Edward mengakhiri pembicaraan.

Sebelumnya diberitakan sekitar 20 penumpan Lion Air tujuan Pekanbaru tertinggal barang bagasinya di bandara Cengkareng. Hal itu dikarenakan alat pengangkut barang dalam jumlah besar atau conveyor yang biasa dioperasikan untuk mengangkut barang bagasi penumpang pesawat rusak.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…