Minggu, 1 Agustus 2010 21:15 WIB Klaten Share :

Lagi, elpiji 3 kg meledak

Klaten (Espos)--Diduga akibat tabung elpiji yang ada di rumahnya bocor dan tersulut api, pasangan suami isteri (Pasutri) warga Jogodayoh, Desa/Kecamatan Kalikotes, Klaten, Daliman, 67 dan Jumilah, 60, akhir pekan lalu, menderita luka bakar. Keduanya dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif.

Daliman mengalami luka bakar parah sehingga hampir sekujur tubuhnya harus diperban, sedangkan sang isteri tersambar api di bagian kaki. Menurut Daliman, kejadian itu berawal ketika dirinya akan merebus air untuk dipakai mandi isterinya, Sabtu (31/7) petang. Korban pergi ke dapur dan berniat menyalakan kompor gas. Namun ia mengurungkan maksudnya setelah mencium bau gas di dapur.

Takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan, Daliman mencopot tabung elpiji tiga kilogram dan menukarkannya ke warung terdekat. “Tabung yang baru lalu saya pasangkan ke kompor,” jelasnya saat dijumpai di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten, Minggu (1/8). Setelah pemasangan tabung gas ke regulator dan kompor selesai, korban kembali mencium aroma gas yang membuatnya merasa panik.

Daliman pun bermaksud menggunakan kompor minyak karena takut kompor gasnya meledak. Lelaki paruh baya itu lalu menyalakan korek api untuk menyulut kompor minyak. Tiba-tiba api menyambar dan langsung membakar tubuh korban. Diduga gas elpiji yang bocor dari tabung masih menggumpal di ruangan dapur sehingga menimbulkan kobaran api saat tersulut korek api yang dinyalakan korban.

Korban hanya mampu berteriak sementara api terus berkobar menghanguskan dinding dan sejumlah perabot. Isteri korban yang ada di dalam rumah berusaha menolong, namun kakinya malah tersambar api dan terluka. Warga yang mendengar teriakan korban segera berdatangan ke lokasi dan memberikan pertolongan. Kejadian itu juga dilaporkan ke polisi. Setelah api padam, kedua korban dilarikan ke RSUP.

Korban Daliman yang lukanya cukup parah dirawat di ruang Isolasi Bangsal Melati, sementara Jumilah setelah diobati lukanya diperbolehkan rawat jalan. Keponakan korban, Jumadi, 45, yang menunggui di rumah sakit mengatakan, bekas api yang berkobar-kobar meninggalklan jelaga hitam di tembok dan perabot di dapur. “Untungnya tabung gas dan kompor tak meledak karena bisa terbakar semua.”

Menurutnya, pascakejadian itu, petugas yang mengaku dari PT Pertamina sudah menjenguk pamannya. Dikatakan olehnya, kejadian itu menjadi pelajaran bagi keluarganya dan warga supaya lebih berhati-hati dalam menggunakan kompor gas. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah lebih ketat mengawasi peredaran tabung gas yang bocor agar keselamatan warga yang menggunakannya lebih terjamin.

rei

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…