Minggu, 1 Agustus 2010 18:21 WIB News Share :

Bagasi tertinggal karena conveyor rusak

Jakarta–Sejumlah penumpang Lion Air dari Jakarta yang baru saja mendarat di Pekanbaru kebingungan karena barang bagasinya tertinggal di Bandara Soekarno – Hatta. Rupanya hal itu dikarenakan kerusakan conveyor.

Conveyor
adalah semacam alat pengangkut barang dalam jumlah besar yang biasa dioperasikan untuk mengangkut barang bagasi penumpang pesawat. Kerusakan conveyor Lion Air di Bandara Soekarno – Hatta terjadi pada Minggu (1/8) pagi.

“Tadi pagi ada kerusakan alat conveyor kami. Tapi sudah kami atasi, dan sekitar pukul 12.00 WIB sudah bisa jalan lagi,” kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat dihubungi, Minggu (1/8) pukul 16.30 WIB.

Menurutnya pengiriman barang bagasi yang tertinggal sudah diproses sejak pukul 13.00 WIB. Dia berharap semua barang yang tertinggal sudah sampai di bandara tujuan pada Minggu malam ini. “Sudah mulai dikirim setelah pukul 13.00 WIB. Tapi saya tidak tahu jam penerbangan pastinya ke kota tujuan. Yang jelas penerbangan setelah pukul 13.00 WIB,” imbuh Edward.

Mengapa penumpang tidak diberitahu kalau ada kerusakan conveyor? “Pemberitahuan tidak bisa diumumkan karena tidak semua penampang di pesawat barangnya tertinggal. Kalau diumumkan seolah-olah semua tertinggal, padahal kan tidak,” jelasnya.

Selain penumpang ke Pekanbaru, barang bagasi penumpang ke Palembang juga tertinggal. Namun pihak Lion Air memastikan sudah mengurus semuanya. “Dari 200 penumpang, hanya sekitar 10 persen yang barangnya tertinggal. Tapi kami sudah urus itu semua. Semoga nanti malam sudah sampai,” harap Edward.

dtc/ tiw

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…