Minggu, 1 Agustus 2010 13:46 WIB Kesehatan Share :

Anak bisa kena insomnia

Rhode Island–Sulit tidur, sering terbangun di malam hari dan sulit tidur lagi, bangun dini hari serta tidak segar saat bangun pagi adalah gejala yang dialami penderita insomnia. Tak hanya orang dewasa, ternyata anak juga bisa mengalami insomnia.

Berdasarkan data riset internasional yang dilakukan US Census Bureau, International Data Base tahun 2004, diketahui bahwa 28 juta orang Indonesia mengalami insomnia atau gangguan kesulitan tidur. Tapi yang mencengangkan lagi, insomnia ternyata juga dapat menyerang anak-anak.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh psikiater anak dari Providence, Rhode Island, insomnia secara signifikan telah mempengaruhi 29 persen dari anak-anak secara keseluruhan.

“Sekitar seperempat pasien anak dengan insomnia dengan gejala yang berat bahkan menggunakan obat tidur, meski tidak ada persetujuan dari US Food and Drug Administration untuk penggunaan obat tidur pada anak-anak,” ujar Dr Judith A. Owens dari Rhode Island Hospital dan Brown University, seperti dilansir dari ABCNews, Minggu (1/8).

Menurut Owens, prevalensi insomnia anak dengan gejala berat selama periode 1 bulan meningkat dari 8,4 persen pada pasien usia 2 tahun, 28 persen pada usia 6-12 tahun dan 32 persen pada usia 13-18 tahun.

Penggunaan obat untuk mengatasi gejala-gejala insomnia pada anak juga meningkat seiring usia, yaitu dari 3,5 persen pada usia 2 tahun, kurang dari 25 persen pada usia 6-12 tahun dan 29,2 persen pada usia 13-18 tahun.

Hal ini cukup beralasan, karena hampir semua gangguan kejiwaan dan gangguan perkembangan saraf pada anak-anak, termasuk depresi, ADHD dan gangguan autisme dapat dikaitkan dengan waktu tidur anak yang tertunda dan gangguan tidur, yang akhirnya menyebabkan kantuk di siang hari, kelelahan dan pola sirkadian tidur abnormal.

Tapi Owens mengingatkan penggunaan obat tidur untuk pasien insomnia anak sangat berbahaya. Efek jangka panjang penggunaan obat tidur pada anak justru dapat berisiko lebih besar.

Owens menyarankan, pada kebanyakan kasus, pengobatan dengan menggunakan hipnotis atau terapi penenang (sedating) dapat mengatasi gangguan kejiwaan sekaligus gejala insomnia (45 persen), yang akhirnya dapat meminimalkan efek samping.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…