Minggu, 1 Agustus 2010 21:43 WIB Sragen Share :

Aksi pacaran di Waduk Ketro resahkan warga

Sragen (Espos)--Aksi pacaran di sekitar Waduk Ketro, Kecamatan Tanon meresahkan warga setempat. Terkait kondisi itu aparat diminta bertindak tegas.

Aksi pasangan muda mudi yang menghabiskan waktu menikmati udara segar di sekitar Waduk Ketro sebenarnya telah berlangsung lama. Masyarakat setempat pun pernah mengingatkan mereka yang bertingkah secara berlebihan.

Namun, upaya warga tidak menyurutkan minat pasangan muda untuk terus memadui kasih. Mereka biasa mencari tempat sepi di antara pepohonan di seputar waduk. Para petani yang melintas di dekat mereka pun tidak dipedulikan.

Salah satu pemancing yang ada di lokasi, Yatno, mengaku sempat kaget melihat banyaknya pasangan yang asyik berduaan di sekitar lokasi dia memancing. Warga Mojolaban, Sukoharjo yang baru kali pertama menyambangi Waduk Ketro itu sempat merasa risih, lantaran dia datang bersama anak lelaki yang masih berusia SD. “Banyak sekali (pasangan-red), saya juga heran,” ujar Yatno, saat ditemui Espos, di lokasi setempat, Minggu.

Warga setempat, Ngatinem juga mengaku gerah melihat ulah para pasangan muda mudi tersebut. Sebenarnya, dia menjelaskan, petugas patroli dari kepolisian setempat rutin melakukan pengawasan di sekitar Waduk Ketro. Biasanya pihak kepolisian itu datang pada jam kerja, pagi sekitar pukul 10.00 WIB dan menjelang sore sekitar pukul 14.30 WIB. Sayangnya, Ngatinem menyebut, petugas tidak melakukan pengawasan pada hari libur, seperti hari Minggu.

Tak hanya Ngatinem, warga lain, Joko juga menilai ulah pasangan muda mudi yang berlebihan tersebut telah meresahkan warga. Kendati demikian, dia sendiri enggan memperingatkan, karena khawatir akan terjadi keributan. “Dulu pernah saya ingatkan, tapi yang dingatkan malah mengancam dan mengajak ribut. Mereka biasanya datang berkelompok, tapi cari tempat terpisah-pisah,” kisah dia.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Ketro, Sariman, saat dijumpai terpisah membenarkan aksi pacaran di sekitar Waduk Ketro telah meresahkan warga. Namun, seperti hal nya Joko, Sariman juga enggan bertindak tegas. Dia menyerahkan penanganan kondisi tersebut pada pihak kepolisian.

“Bicara sanksi tegas, setegas apa kami tidak berwenang. Mereka bukan warga kami. Justru kami harap aparat kepolisian yang bertindak. Apalagi ini menjelang bulan puasa,” kata Sariman.

tsa

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…