Minggu, 1 Agustus 2010 16:23 WIB News Share :

2010 Resep dan 1.000 jenis ikan disaji dalam Makan Patita di Sail Banda

Ambon — 2010 Resep masakan dari ikan disiapkan. Tidak tanggung-tanggung, ikan yang diolah pun ada 1.000 jenis. Semuanya itu disajikan dalam makan patita alias makan bersama yang menjadi rangkaian acara Sail Banda 2010.

“Ini menunjukkan bahwa Maluku memang layak sebagai lumbung ikan nasional,” ujar ketua panitia makan patita, Surya Sabirin, kepada detikcom di sela-sela acara makan patita, Jl Said Perintah, Ambon, Minggu (1/8).

Surya yang juga Kepala Dinas Tanaman Pangan Maluku ini menjelaskan, ada tiga agenda penting dalam pelaksanaan makan patita. Ketiga agenda tersebut adalah pemecahan rekor MURI, makan patita dengan 2010 resep ikan dari 1000 jenis ikan yang disajikan, serta lomba menu ikan sehat dan bergizi.

“Menu yang ikan yang disajikan berasal dari seluruh kelurahan dan kabupaten yang ada di kota Ambon dan Maluku, dan lokasi makannya sepanjang 300-an meter,” sambung Surya.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu mengatakan, makan patita merupakan tradisi orang Maluku yang dilakukan untuk merajut kebersamaan orang bersaudara. “Ini juga adalah cerminan kasih sayang antar sesama orang Maluku,” ujarnya.

Kegiatan ini, lanjut Karel, menunjukkan kearifan lokal orang Maluku sekaligus sebagai agenda Sail Banda 2010. “Kami harapkan Sail Banda ini akan mempertemukan masyarakat nasional dan internasional dalam bingkai orang basudara,” katanya.

Sementara itu, Menko Kesra Agung Laksono yang membuka acara mengharapkan Sail Banda 2010 serta makan patita ini dapat mengangkat sektor perikanan yang jadi andalan Maluku. “Ini sektor andalan Maluku. Makanya layak jika Maluku dijadikan sebagai lumbung ikan nasional,” ucap Agung.

Makan patita juga dihadiri Menteri DKP Fadel Muhammad dan Wakil Menterinya Alex Retraubun, Ketua KNPI Pusat Ahmad Doly Kurnia dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Acara semakin meriah dengan kehadiran band Mercy USA dan sejumlah tarian khas daerah Maluku. Makan patita ini memecahkan rekor dan karenanya dicatat di museum rekor Indonesia (MURI) dengan nomor 4433.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…