Minggu, 1 Agustus 2010 18:13 WIB Karanganyar Share :

“Kasus GLA tak boleh ganggu pemerintahan”

Karanganyar (Espos)–Kasus dugaan korupsi proyek perumahan bersubsidi yang dikait-kaitkan dengan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih tak boleh mengganggu kinerja PNS serta birokrasi secara umum di lingkungan Pemkab setempat.

Hal itu seperti ditegaskan Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono, dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, akhir pekan lalu. Menurutnya, meskipun nama Bupati Rina Iriani disebut ikut menerima aliran dana subsidi dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenegpera), semua pihak harus menunggu proses hukum dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Bagaimana pun penyebutan tersebut akan berdampak dan secara psikologis mempengaruhi para PNS. Tapi semua pihak berharap hal seperti itu tak sampai mengganggu konsentrasi pegawai dan jalannya pemerintahan di Kabupaten Karanganyar secara umum,” ungkapnya kepada wartawan.

Politisi Partai Golkar ini menyatakan, proses hukum kasus dugaan korupsi perumahan bersubsidi tidak boleh membuat pelayanan terhadap masyarakat menjadi terhambat. Semua PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar, tegas dia, diingatkan untuk tetap bekerja dengan tenang serta sepenuh hati berdasarkan pada tugas pokok fungsi (Tupoksi) mereka masing-masing.

Seperti diberitakan, pekan lalu, tim JPU kasus dugaan korupsi proyek perumahan bersubsidi dengan tersangka Ketua KSU Sejahtera, Handoko Mulyono, menyebutkan Rina Iriani SR dan suaminya, Tony Iwan Haryono, menerima aliran dana subsidi dari Kemenegpera senilai Rp 18,6 miliar. Rina Iriani sendiri telah menyatakan kesanggupan jika betul-betul diperiksa.

try

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…