Sabtu, 31 Juli 2010 21:23 WIB Solo Share :

Terserang kanker bukan berarti berhenti berharap

Solo (Espos)--Terserang kanker, bukan berarti seseorang berhenti berharap. Perkembangan teknologi kesehatan sekarang ini memberikan perawatan dan pemulihan secara total.

Begitu penjelasan yang disampaikan Konsultan Senior Haematology and medical Oncology Gleneagles Hospital, Singapura, Dr Teo Cheng Peng pada acara Bincang Sehat: Harapan Untuk Hidup Baru di Diamond International Restaurant Solo, Jumat (30/7) malam.

Dikemukakan dia, teknologi stemcell transplant atau lazim dikenal dengan transplantasi sel induk ini memang masih awam diberikan pada penderita kanker. Penemuan baru itu disebut-sebut dapat memulihkan sel tubuh yang rusak.

Penderita kanker biasanya hanya mendapatkan pengobatan kemoterapi atau terapi yang menggunakan obat-obatan ke dalam tubuh dan cuci darah dalam rentang waktu tertentu.

“Untuk beberapa kasus penyakit kanker cara tersebut memang harus dilakukan tetapi sedikitnya dalam waktu dua tahun pasca dilaksanakan proses tersebut seseorang akan mengalami infeksi. Jika kondisi itu tidak tertolong maka penderita akan meninggal,” ucapnya.

das

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…