Sabtu, 31 Juli 2010 19:59 WIB News Share :

Siapkan RUU perumahan, DPR studi banding ke Austria

Austria--Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Mulyadi (FPD) dan Muhidin M Said (Fraksi Golkar) bersama 13 anggota delegasi lainnya dari lintas fraksi melakukan studi banding di Wina, Austria.

Kunjungan dari 28 Juli hingga 1 Agustus 2010 itu untuk mempersiapkan RUU Perumahan.

Menurut Dubes RI untuk Austria, I Gusti Agung Wesaka Puja, pilihan Komisi V untuk mencari perbandingan penanganan kebijakan perumahan di Austria sebagai langkah tepat mengingat pengalaman kebijakan perumahan negara tersebut yang sudah mapan.

Austria menjadi salah satu contoh negara yang mendemonstrasikan hubungan khusus antara tipologi welfare state regime dan bentuk social housing policy.

Artinya, Austria mampu memperlihatkan secara konsisten pengelolaan kebijakan perumahan yang mencerminkan family type of welfare regime dengan sentuhan paradigma corporatisme. Sehingga pengelolaan kebijakan perumahan di Austria tidak mengecilkan signifikansi kepentingan sosial penghuninya tapi tetap memperhatikan kepentingan ekonomi dan komersial yang berimbang.

Selama di Austria, delegasi Komisi V bertemu dengan pengelola Socially Supported Housing Facility dari Vienna Social Fund, Christine Petioky, Menteri Ekonomi Provinsi Federal Upper Austria, Viktor Sigl, Direktur Perumahan Upper Austria, Wolfgang Modera serta Ketua Komite Pertahanan Parlemen Austria, Peter Fichtenbauer dan Liason Parlemen Austria, Mussi Lukas.

Komisi V juga berkesempatan berkunjung ke sejumlah perumahan seperti Haus Leo dan proyek perumahan Lawog yang merupakan asosiasi perumahan non profit yang dijalankan oleh pemerintah setempat.

dtc/nad

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…