Sabtu, 31 Juli 2010 16:23 WIB Hukum Share :

FBR diduga aniaya pemotor di Pasar Minggu

Jakarta--Naas menimpa Kosasih, 31. Saat hendak pulang menuju kediamannya di kawasan Rawa Jati, Jakarta Timur ia kena bogem sekawanan orang yang diduga dari ormas Forum Betawi Rembug (FBR). Akibatnya, pelipis mata kanannya robek.

Kejadian bermula saat Kosasih hendak memutar arah di Jalan Pasar Minggu, tepatnya intercing Jalan Volvo, Sabtu (31/7), sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu, sejumlah motor melakukan aksi konvoi menuju Pasar Minggu, dengan menggunakan atribut FBR. Konvoi kelompok tersebut membuat macet kendaraan ke arah Pancoran. Karena, beberapa orang dari kelompok yang berkonvoi menutup putaran.

“Saya bilang ke yang tutup jalan, tolong diatur dong, ini sudah parah banget macetnya. Mungkin dia enggak terima terus saya di kejar,” cerita Kosasih.

Saat melaju dan memasuki Jalan Raya Volvo, motor yang dikendarainya dihentikan paksa oleh kawanan yang berkonvoi.

“Saya dipukuli banyak orang, helm saya dipaksa lepas. Sempat saya diamankan sama ojek tapi tetap dikejar,” tutur pria berjenggot ini.

Akibatnya, muka bagian kanan terlihat lebam dan pelipis kanan mengeluarkan darah. “Sudah lapor polisi, tapi malah saya yang dimintai visum,” katanya.

Seorang saksi mata yang juga ikut mengamankan Kosasih menuturkan, saat kejadian berlangsung, ia sempat bingung untuk menolong korban.

“Orangnya banyak banget, lebih dari 50 orang, saya kasian saya paksa saja amanin dia (korban),” kata Feri, 30.

Saksi mata lainnya menyebutkan, kelompok yang menganiaya Kosasih mengenakan atribut FBR. “Ada yang pukul pakai bambu bendera FBR,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…