Sabtu, 31 Juli 2010 14:58 WIB Hukum Share :

Dua aktivis LSM ditangkap polisi karena memeras

Pamekasan–Polisi menangkap dua warga asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (31/7), karena diduga terlibat pemerasan di salah satu lembaga pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Pamekasan.

Kedua orang yang mengaku aktivis LSM tersebut masing-masing Suhartono dan Mazhura, dan kini kedua orang tersebut telah diamankan di Mapolres Pamekasan.

“Yang bersangkutan masih kami mintai keterangan,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Pamekasan AKP Mohammad Kholil.

Penangkapan kedua orang yang mengaku sebagai aktivis LSM ini berawal saat yang bersangkutan, Sabtu, datang ke SDN Baru Rambat (Barkot I), Kecamatan Pademawu.

Kedua orang yang mengaku sebagai aktivis LSM ini selanjutnya menemui Kepala Sekolah SDN itu, A. Sukardi, dan menanyakan harga seragam sekolah yang diberlakukan di lembaga tersebut.  Namun, karena keduanya tidak bisa menunjukkan identitasnya maka pihak sekolah lalu melapor ke Mapolres Pamekasan, apalagi satu di antaranya yang bernama Suhartono, sebelumnya pernah terlibat kasus pemerasan terhadap seorang guru di Jalan Kabupaten, Pamekasan.

Kasus laporan pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku LSM dan wartawan di Pamekasan ini, merupakan kali kedua. Sebelumnya, polisi juga menerima laporan yang sama yang dilakukan oleh oknum mengaku wartawan berinisial Ys, dan kasusnya kini juga ditangai di Mapolres Pamekasan.

ant/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…