Sabtu, 31 Juli 2010 16:59 WIB Sragen Share :

Aniaya warga, residivis jadi TO Polsek Sambirejo

Sragen (Espos)–Residivis pelaku perusakan berinisial Sjm, 46, warga Wonorejo RT 26, Desa Sambi, Sambirejo menjadi buronan aparat Polsek Sambirejo, Sragen. Laki-laki tersebut diduga melakukan penganiayaan disertai ancaman menggunakan senjata tajam terhadap pekerja pedagang jagung, Sukiyo, 35, warga Dukuh Pondok, Sambirejo, Sragen belum lama ini.

Informasi yang dihimpun Espos, Sabtu (31/7), peristiwa penganiayaan itu dipicu adanya persaingan pedagang jagung. Lantaran harga yang tawarkan Sjm yang biasa sebagai tengkulak jagung relative kecil, para petani lebih memilih menjual hasil panennya kepada tengkulak lainnya. Beberapa pedagang menjual hasil panenya kepada Warti, 45, warga Desa Musuk, Sambirejo dengan harga lebih tinggi.

Ternyata perilaku petani itu diketahui Sjm, sehingga dia mencari keberadaan pembelinya. Saat para korban, Sukiyo bekerja pengangkut jagung, tiba-tiba Sjm datang menghampirinya. Tanpa basa basi, Sjm langsung memukul Tukiyo dan mengancam dengan senjata tajam. Ancaman itu dilakukan dengan mengalungkan sabit di leher korban. Akibatnya korban ketakutan.

Setelah memukul Sjm langsung meninggalkan lokasi dan korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Sambirejo. Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kapolsek Sambirejo AKP Haryanto membenarkan kejadian itu. Dia mengaku telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Saya telah melayangkan panggilan kepada Sjm dengan status sebagai tersangka. Panggilan itu disampaikan kali kedua. Namun Sjm tidak memenuhi panggilan. Saat kami hendak menjemput paksa, ternyata Sjm telah melarikan diri. Kami masih melacak keberadaan Sjm. Kami mengancam tindakan Sjm dengan pasal berlapis, yakni Pasal 351 dan Pasal 335 KUHP dengan hukuman kurang dari lima tahun,” tegas Kapolsek saat ditemui Espos, Sabtu (31/7).

trh

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…