Sabtu, 31 Juli 2010 15:58 WIB Sragen Share :

3 Bocah Tanon kercunan permen

Sragen (Espos)–Dua bocah dari tiga bocah asal Tanon, Sragen terpaksa dilarikan ke RSUD Sragen, Jumat (30/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB lantaran diduga keracunan permen. Risma Eka Khoirunnisa, 7, dan Andika Rizal Saputra, 6, masih tergeletak lemas di bangsal Aggrek No 7 ditemeni kedua orangtuanya hingga Sabtu (31/7).

Sementara satu bocah lainnya, Mila Cahaya Kusuma, 6, kondisi mulai membaik setelah dibawa ke Puskesmas Tanon, sehingga tidak perlu dirujuk ke RSUD. Rimas dan Andika merupakan kakak beradik, putra putri pasangan Sutrisno, 30, dan Harni, 27, warga Dukuh Kricak, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Sragen.

Peristiwa tersebut bermula saat bocah kakak beradik itu bermain bersama Mila, bocah asal Gabugan, Tanon yang kebetulan bermain ke rumah neneknya, tak jauh dari rumah Risma. Sekitar pukul 16.00 WIB, mereka membeli permen di warung yang terletak sekitar 50 meter dari rumah Risma. Seperti biasa, permen dalam kemasan itu dibuka dan langsung dihisap.

Tak lama berlalu, ketiga anak itu mulai merasa mual dan muntah-muntah. Untungnya kondisi tersebut segera diketahui Sutrisno dan segera di bawa ke Puskesmas terdekat. “Saat itu kondisi mereka lemas dan muntah terus. Bahkan kedua anak saya membuang air besar hanya berupa cairan bening. Karena kondisinya semakin lemah, saya langsung membawa mereka ke Puskesmas sekitar pukul 18.30 WIB. Namun sesampainya di Puskesmas, mereka sempat diperiksa. Akhirnya dokter Puskesmas merujuk ke RSUD. Kami sampai di RSUD sekitar pukul 21.00 WIB,” kisah Sutrisno saat ditemui Espos Sabtu (31/7).

Kondiai dua bocah itu mulai membaik. Mereka sudah bisa jalan-jalan dengan membawa impusnya. Mereka juga mulai doyan makan. “Syukurlah mereka sudah membaik dan tidak lemas lagi. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa pulang. Mereka pun sudah kapok membeli permen saat ditanya,” ujar Harni seraya membelai rambut anaknya.

trh

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….