Jumat, 30 Juli 2010 21:11 WIB Solo Share :

UPTD Perpakiran banjir keluhan

Solo (Espos)–Unit Pelayanan Teknik Daerah (UPTD) Perpakiran Solo kembali dibikin pusing dengan maraknya ulah juru parkir (Jukir) nakal akhir-akhir ini. Pasalnya, aksi memasang tarif ugal-ugalan jauh dari ketentuan Perda kembali membikin resah warga.

“Keluhan soal tarif parkir ugal-ugalan terus meningkat akhir-akhir ini,” kata Soetrisno, kepala UPTD Perpakiran Solo menjelang aksi gelar razia di sejumlah kawasan parkir di Kota Solo, Jumat (30/7).

Dalam razia gabungan itu, selain melibatkan UPTD Perpakiran, juga Kepolisan, Satpol PP, kejaksaan, serta pengadilan. Sejumlah kawasan yang menjadi target operasi antara lain Jalan Ir Juanda, kawasan perempatan panggung, Kawasan Jalan Ki Hajar Dewantoro UNS, serta Jl Gotong Royong. Mereka akan dirazia soal surat kelengkapan sebagai Jukir dan ketatan terhadap Perda. “Pokoknya, fokus kami adalah tarif yang tak sesuai Perda. Warga terus mengeluh soal tarif parkir ini,” paparnya.

Dalam ketentuan Perda No 6 Tahun 2004 bahwa tarif parkir kendaraan roda dua ialah Rp 500. Pada sejumlah ruas jalan yang dikenakan tarif progresif, maka setiap satu jam kedua akan dikenakan Rp 500 lagi. Itu pun dalam transaksinya harus menerima karcis dan waktu pembayarannya ialah di akhir waktu ketika akan mengambil kendaraan.

Namun, yang terjadi di lapangan ialah banyak pengguna jasa parkir yang langsung ditarik di awal parkir tanpa karcis dan dengan tarif di atas ketentuan Perda. Ada yang langsung ditarik Rp 1.000 ada pula yang Rp 1.500 bahkan ada yang hingga Rp 3.000 ketika adanya event-event. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat mminta agar pengguna jasa parkir juga berani bersikap tegas atas ulah Jukir nakal.

asa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…