Jumat, 30 Juli 2010 11:17 WIB Ekonomi Share :

Rupiah pagi menguat jauhi Rp 9.000 per dolar

Jakarta–Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat pagi (30/7), naik menjauhi angka Rp 9.000 per dolar, karena pelaku pasar masih membeli rupiah, akibat meningkatnya arus masuk dana asing ke pasar domestik.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar naik 25 poin menjadi Rp 8.950-Rp 8.960 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 8.975-Rp 8.985 per dolar.

Direktur Currency Management Group, Farial Anwar di Jakarta, Jumat mengatakan, rupiah berpeluang bisa mencapai Rp8.900 per dolar, karena ‘hot money’ asing makin besar.

Dana asing yang masuk ke pasar domestik makin besar yang ditempatkan di Surat Utang Negara dan instrumen Bank Indonesia, katanya. Menurut Farial, Bank Indonesia merasa perlu mendukung pergerakan rupiah yang terus menguat yang selama ini kenaikannya agak ditahan.

“BI semula tidak menginginkan rupiah di bawah level Rp 9.000 per dolar,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan rupiah yang terus menguat di bawah Rp 9.000 per dolar menunjukkan bahwa BI tidak hanya memikirkan kepentingan para eksportir, di mana bila rupiah terus menguat maka pendapatan mereka dari ekspor akan berkurang.

Namun BI juga memikirkan kepentingan lain yang harus dibina agar mereka juga merasa diperhatikan oleh otoritas moneter, ujarnya.

Selain itu apabila rupiah menguat maka masyarakat yang akan pergi haji tidak akan membayar dengan harga mahal. Ongkos naik haji saat ini berkisar Rp 31 juta per orang. Selain itu juga, kenaikan rupiah ini akan mengurangi subsidi pemerintah kepada masyarakat terhadap bahan bakar minyak, ucapnya.

Menurut Farial, apabila BI tidak menahan pergerakan rupiah, maka akan dapat mencapai Rp8.800 per dolar. “Kita lihat saja dalam perdagangan sepanjang Jumat apakah ada reaksi dari BI terhadap pergerakan rupiah,” ucapnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…