Jumat, 30 Juli 2010 17:44 WIB Karanganyar Share :

Pengurukan jalan di Selokaton disoal

Karanganyar (Espos)–Sejumlah warga di sekitar Ngegot, Selokaton, Gondangrejo mengaku terganggu oleh debu yang berasal dari Galian C Terek, Jatikuwung. Penambalan jalan rusak akibat sirkulasi truk galian C di daerah mereka dinilai kian menambah polusi.

Salah satu dari mereka, yakni Ngatini, 34, warga Ngegot RT 3/RW XIII, menyatakan, mobilitas truk yang mengangkut material dari lokasi galian itu membuatnya resah. Menurutnya upaya pengelola galian dalam menambali jalan rusak itu, malah memperparah keadaan.

“Setelah ditambal malah polusinya bertambah. Setiap hari bisa berkali-kali saya membersihkan etalase,” kata warga sekaligus pemilik toko kelontong di pinggir jalan utama di daerah itu, Kamis (30/7).

Dia berharap aktivitas galian itu dihentikan. Upaya penyelesaian, terusnya, telah dilakukan warga melalui musyawarah di forum lingkungannya. Namun, upaya itu belum juga menyelesaikan masalah. “Sudah tiga sampai empat tahun galian itu berlangsung,” tambahnya.

Hal senada dikatakan Ucik, 38, warga RT 4/RW XIII, Ngegot. Dia menilai jalan rusak oleh mobilitas truk galian itu mengganggu transportasi warga. “Kebetulan kami tinggal di dalam gang jadi tidak begitu merasakan polusi,hanya saja jalanan rusak karena truk menggangu aktivitas kami,” terangnya.

Sementara itu, Kadus Ngegot, Tariyo, membenarkan adanya keresahan pada warganya itu. Selain debu, katanya, penambalan jalan sering memicu kecelakaan lalu lintas. “Jika tidak hujan tambalan itu menimbulkan debu dan jika hujan membuat jalan licin,” jelasnya.

Dia mengatakan pihak Desa telah mengupayakan untuk membahas hal itu dengan pengelola. Namun, beberapa kali delegasi yang dikirim warga untuk bermediasi dengan pengelola galian, belum juga membuahkan hasil.

“Kami merasa serba salah karena galian itu juga mendapat izin dari bupati. Sebenarnya letak galian di Jatikuwung (Desa yang berdampingan dengan Ngegot, tepatnya di sebelah timur-red), jalan di depan kami hanya dipakai lewat dan kami menjadi korban,” imbuhnya.

m85

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…