Jumat, 30 Juli 2010 10:51 WIB News Share :

Menkumham disambut pengunjuk rasa kasus Century

Surabaya–Kedatangan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Patrialis Akbar di Surabaya, Jumat pagi (30/7), disambut para pengunjuk rasa yang menuntut penuntasan kasus Bank Century.

Massa dari Pemuda Pancasila itu mengepung Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Jawa Timur di Jalan Kayun Surabaya dari dua arah. Kelompok pengunjuk rasa yang satu bergerak dari Jalan Keputran, sedangkan kelompok lainnya bergerak dari Jalan Pemuda.

Meskipun sama-sama dari satu organisasi, para aktivis Pemuda Pancasila itu sengaja membagi dua kelompok dalam aksinya di Jalan Kayun untuk menghadang kedatangan Menkumham.

Dalam aksinya itu, para pengunjuk rasa yang menuntut Menkumham menuntaskan kasus dana talangan (bail-out) Bank Century yang merugikan keuangan negara hingga Rp 6,7 triliun itu di bawah koordinasi Taufik Monyong.

“Mumpung berada di Surabaya, silakan Menkumham mengunjungi sel tahanan Lila Gondokusumo (terpidana kasus penggelapan dana nasabah Bank Century di Surabaya) di Rutan Medaeng. Lihat fasilitas yang ada di dalamnya. Ada indikasi dia diperlakukan istimewa,” kata Taufik.

Sebelumnya, massa Pemuda Pancasila melakukan aksi pendudukan kantor Bank Mutiara (eks-Bank Century) di Jalan Panglima Sudirman, Surabaya, selama empat hari. Mereka meminta waktu untuk berdialog dan menyampaikan tuntutannya terkait “bail out” Bank Century kepada Menkumham itu.

Kedatangan Menkumham ke Kantor Kemenkumham Wilayah Jatim itu diagendakan untuk meresmikan fasilitas “Law and Human Rights” di Jalan Kayun.

Menkumham dijadwalkan hadir di Kantor Kemenkumham Jatim pukul 08.30 WIB bersama Gubernur Jatim Soekarwo. Namun mundur hingga satu jam lebih.  Menurut rencana, selain ke Kantor Kemenkumham Jatim, Patrialis Akbar dijadwalkan mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kraksaan dan LP Banyuwangi untuk menyerahkan sertifikat ISO 9001:2008.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…