Jumat, 30 Juli 2010 10:26 WIB News Share :

Kemenkes belum putuskan beli vaksin meningitis

Jakarta–Ibadah haji akan dilangsungkan kurang lebih sekitar dua bulanan lagi. Namun vaksin meningitis halal hingga kini belum tersedia.

Kementerian Kesehatan hingga kini masih dalam proses membeli vaksin halal tersebut. Apakah vaksin akan dibeli dari China atau Italia yang merupakan dua negara yang memproduksi vaksin meningitis halal, belum diputuskan.

“Dua duanya sedang diproses. Sedang dipelajari,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Wan Alkadri di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/7).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 20 Juli lalu menyatakan vaksin meningitis asal Belgia yang selama ini dipakai jamaah haji Indonesia haram. Sementara vaksin meningitis dari China dan Italia dinyatakan halal.

Wan menegaskan pemerintah sangat hati-hati untuk pengadaan vaksin meningitis. Pemilihan vaksin mana yang akan dibeli tidak hanya berdasarkan pertimbangan harga semata.

“Harus memenuhi kriteria bermutu, berkasiat dan aman,” kata Wan.

Selain itu, juga mempertimbangkan ketersediaan jumlah vaksin yang dibutuhkan dan masalah distribusi. “Kalau China dan Italia kan baru memenuhi halal, masih harus dipertimbangkan lagi stok dan distribusi,” jelas Wan.

Wan meyakinkan vaksi meningitis akan dimulai setelah lebaran dan selesai pada 30 September sebelum calon jamaah haji meninggalkan tanah air.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…