Jumat, 30 Juli 2010 23:36 WIB Solo Share :

Dua korban ledakan gas elpiji bebas biaya obat

Solo (Espos)–Dua pasien korban ledakan gas elpiji di RSUD Dr Moewardi Solo dibebaskan biaya berobat secara keseluruhan. Hal tersebut setelah pihak RS menerima surat dari Kementerian Kesehatan RI bahwa segala pembiayaan pasien korban ledakan gas elpiji 3 kilogram ditanggung oleh PT Pertamina.

“Kami sudah melaporkan dua pasien korban ledakan gas elpiji ke PT Pertamina. Dalam 1×24 jam mereka langsung ke RS,” terang Kepala Humas RSUD Dr Moewardi Solo, Mulyati kepada Espos di ruang kerjanya, Jumat (30/7).

Saat ini, RSUD Dr Moewardi Solo tengah menangani dua pasien korban ledakan gas elpiji 3 kilogram. Mereka adalah Sutarno, 39, warga Perum Giri Asri Wonogiri dan Ndariyati, 40, warga Sragen. Sutarno yang dirawat di kamar 7 Mawar II sedikit sudah mengalami perbaikan di kakinya yang terbakar.  Sementara, Ndariyati yang dirawat di kamar 5 Anggrek II akan menjalani operasi pada sendi pergelangan dan kaki. “Sutarno sudah lama dirawat di sini. Kalau Ndariyati pindahan dari Sragen beberapa hari lalu,” imbuhnya.

Kedua pasien tersebut, kata Mulayati, tidak dikategorikan masuk pasien Jamkesmas, melainkan pasien umum. Meski demikian, lantaran mereka korban ledakan gas elpiji 3 kilogram, maka segala operasi akan ditanggung PT Pertamina. Bahkan, lanjutnya, pada operasi wajah yang terbakar juga tetap menjadi tangungjawab PT Pertamina.

“Sebab, yang ditanggung ialah segala hal yang terkait ledakan gas elpiji. Sehingga, ketika korban mengalami cacat, maka operasi wajah itu bagian dari upaya pengembalian fungsi organ agar seperti semula, bukannya operasi kecantikan,” paparnya.

Terkait instruksi dari Kementerian Kesehatan, Mulyati mengimbau kepada masyarakat yang selama ini menjadi korban ledakan gas elpiji 3 kilogram agar tak segan melapor ke PT Pertamina. Jika sudah telanjur dilarikan ke RS sebelum melapor PT Pertamina, maka pihaknya akan membantu mengurus pelaporan tersebut.

asa

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

KAMPUS DI SEMARANG
Unnes Wajibkan Penulisan Akronim dengan Seluruhnya Huruf Kapital

Kampus Universitas Negeri Semarang melarang penulisan akronim nama kampus yang tak memakai huruf kapital. Solopos.com, SEMARANG –Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang kini tengah dipimpin seorang guru besar dari fakultas bahasa dan seni mencoba-coba menantang ketentuan penulisan akronim dan singkatan sesuai…