Jumat, 30 Juli 2010 17:16 WIB Hukum Share :

Cek-cok, tangan kiri timer bus disabet pedang

Solo (Espos)–Tangan sebelah kiri Eko Choirudin, 46, seorang timer bus sekaligus sebagai warga di jalan Singopuran, Kartosura, Sukoharjo dipastikan nyaris putus setelah terkena sabetan pedang. Peristiwa naas tersebut dialami korban setelah di waktu sebelumnnya cek-cok dengan seorang teman kerja dan berakhir pada adu fisik.

Informasi yang dihimpun Espos, dalam beberapa waktu terakhir antara korban dengan tersangka yang belakangan diketahui bernama Wawan Alex Santosa, 37, warga Kampung Bonorejo, Nusukan, Banjarsari sudah saling kenal. Pada suatu saat, didasari pada kesalahpahaman di antara keduanya, antara tersangka dengan korban terlibat adu mulut di kompleks Terminal Tirtonadi Solo.

Selang beberapa menit kemudian, terjadi perkelahian dan tersangka menyabetkan sebuah pedang ke tangan sebelah kiri korban. Alhasil, tangan korban nyaris putus dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

“Sebelum perkelahian dimulai, pelaku pulang terlebih dahulu dengan mengambil sebuah pedang. Begitu bertemu dengan korbannya, tersangka langsung menyabetkan pedang hingga mengenai tangan sebelah kiri. Selain bersimbah darah, tangan korban dipastikan nyaris putus akibat sabetan tersebut,” tegas Kapoltabes Solo, Kombes Pol Nana Sudjana didampingi Kasatreskrim, Kompol Mugi Sekarjaya saat ditemui wartawan di Mapoltabes Solo, Kamis (29/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi korban sesaat setelah kejadian dianggap cukup mengenaskan. Beruntung, polisi segera mendatangi tempat kejadian perkarea (TKP) sesaat setelah adu fisik berlangsung. Di waktu selanjutnya, berdasarkan keterangan sejumlah saksi di TKP, polisi langsung meringkus tersangka di rumahnya tanpa perlawanan berarti.

“Tersangka sudah kami amankan. Sedangkan, untuk saat ini kami sedang fokus mencari pedang yang digunakan tersangka untuk melukai korban. Infonya, setelah kejadian berlangsung pedang tersebut dibuang ke tempat sampah. Namun, saat kami telusuri belum ditemukan hingga saat ini. Terlepas dari hal itu, yang jelas tersangka memang sudah mengakui perbuatannya,” ulas dia.

Menurut dia, guna mempertangungjawabkan perbuatannya, sejauh ini tersangka dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

pso

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…