Jumat, 30 Juli 2010 15:34 WIB Ekonomi Share :

Cegah pengoplosan, Pertamina minta elpiji 12 Kg disubsidi

Jakarta–PT Pertamina (Persero) mengusulkan agar elpiji isi 12 kg ikut disubsidi pemerintah. Hal dilakukan untuk menekan tingginya disparitas harga antara elpiji 3 kg dengan 12 kg sehingga tidak ada lagi pengoplosan.

“Kita usulkan itu karena pengoplosan akan terus terjadi kalau disparitas harganya tinggi,” ungkap Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (30/7).

Selain memberikan subsidi kepada elpiji 12 kg, opsi lain yang bisa diambil yaitu melepas harga elpiji 3 kg ke harga pasar dan mengganti subsidinya dalam bentuk subsidi langsung seperti bantuan langsung tunai.

“Apakah elpiji 12 kg ini akan disubsidi pemerintah atau BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang diberikan ke para pengguna elpiji 3 kg. Jadi itu sebagai salah satu opsi,” ungkapnya.

Karen mengaku usulan ini sudah disampaikan kepada pemerintah dan pihaknya masih menunggu respon pemerintah. “Iya, itu sudah kami sampaikan kepada pemerintah,” ungkapnya.

Berdasarkan data badan reserse kriminal (Bareskrim) Mabes Polri sepanjang tahun 2007-2010 telah terjadi kecelakaan dan kebakaran karena penggunaan elpiji sebanyak 76 kasus. Di mana 10 kasus terjadi di tahun 2007, 11 kasus pada 2008, 17 kasus sepanjang tahun 2009 dan 38 kasus hingga pertengahan tahun ini.

Dari 76 kasus tersebut, 54 kasus terjadi dari penggunaan elpiji 12 kg dan 21 kasus untuk elpiji 3 kg.

Sebelumnya, Kepala Bareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ito Sumardi menyatakan berdasarkan hasilpenelusuran Bareskrim Mabes Polri menyebutkan kecelakaan karena elpiji 12 kg tersebut juga diduga disebabkan adanya pengoplosan elpiji 3 kg ke elpiji 12 kg oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut dia, pengoplosan tersebut dapat merusak struktur alat sehingga kecelakaan rawan terjadi. “Jadi kalau melihat segelnya tidak sempurna, maka disarankan tidak usah digunakan karena penggunaan segel tidak sempurna itu modus terjadinya mengoplos lalu menggunakan segel tidak sempurna,” paparnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…