Kamis, 29 Juli 2010 16:37 WIB News Share :

Putri Munawaroh divonis 3 tahun, simpatisan caci Hakim

Jakarta — Mendengar Putri Munawaroh dijatuhi hukum 3 tahun penjara, simpatisannya bertakbir dan mencaci hakim. Mereka menuding vonis itu memberangus kebebasan beragama. Sidang pun berlangsung dalam suasana gaduh.

“Hakim membangkitkan firaun-firaun baru untuk melibas aktivis muslim. UUD memberi jaminan kebebasan beragama, kenapa ini dihukum,” ucap seorang pendemo di antara pengunjung sidang di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (29/7).

Selain menghujat keputusan tersebut, puluhan pendemo menggelar spanduk 3×1 meter yang bertuliskan ‘Bebaskan Putri dan Bayinya dari Kebiadaban Densus 88 dan Sekutunya’. Mereka yang kebanyakan adalah perempuan bercadar memberikan dukungan kepada Putri Munawaroh.

“Bubarkan Densus, bubarkan Densus. Ayo lahirkan teroris-teroris baru dari rahim-rahim kalian,” ucap simpatisan yang bercadar gelap.

Putri Munawaroh dinyatakan terbukti bersalah telah membantu menyembunyikan Noordin M Top. Hukuman 3 tahun penjara bagi janda terduga teroris Hadi Susilo itu merupakan hukuman minimal yang diamanatkan UU 15/2003 tentang terorisme.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…