Kamis, 29 Juli 2010 17:23 WIB News Share :

Polisi sisir lokasi bentrok massa vs warga Ahmadiyah di Kuningan

Kuningan--Ratusan personel polisi menyisir lokasi bentrok massal antara ratusan anggota ormas Islam dengan dengan warga Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah bentrokan kembali terjadi.

Saat melakukan penyisiran, polisi juga mencari berbagai senjata yang mungkin digunakan kedua belah pihak untuk saling serang. Namun tidak satupun senjata tajam atau senjata api yang ditemukan.

Polisi hanya mendapati batu-batu yang berserakan di jalanan. Saat dikumpulkan, banyaknya batu tersebut mencapai 1 truk.

Kapolres Kuningan, AKBP Yoyoh Indayah menegaskan, kedua kelompok sudah sepakat untuk menghentikan bentrokan.

Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah personel polisi dari Polres Kuningan, Polres Cirebon, dan Polda Jawa Barat tetap disiagakan.

“Kedua belah pihak sepakat untuk saling menahan diri,” ujar Yoyoh.

Yoyoh juga menegaskan, sampai saat ini belum ada seorang pun yang ditahan terkait peristiwa kekerasan tersebut. Hal tersebut mengingat situasi yang belum kondusif untuk melakukan tindakan.

Pantauan detikcom, kedua kelompok baik dari Ormas Islam maupun warga Ahmadiyah memang sudah tidak lagi saling serang. Namun kedua pihak tetap bersiaga di posisi masing-masing. Massa Ormas bersiaga di sekitar masjid Al huda sedangkan warga Ahmadiyah berkumpul di sekitar Masjid An Nur.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…