Kamis, 29 Juli 2010 22:27 WIB Solo Share :

PGS dan BTC masuk kawasan Vastenburg

Solo (Espos)–Komunitas Peduli Cagar Budaya Nusantara (KPCBN) kembali angkat suara terkait keberadaan cagar budaya Benteng Vastenburg. Dalam investigasi yang dilakukannya terkuak bahwa bangunan baru berupa Benteng Trade Center (BTC), Pusat Grosir Solo (PGS), serta Bank Danamond adalah bangunan-bangunan baru yang terbukti merusak keberadaan kawasan cagar budaya Banteng Vastenburg Solo.

“Sebab berdirinya bangunan tersebut dengan sengaja telah menghilangkan situs asli kawasan Benteng Vastenburg. Dan KPCBN dengan tegas menuntut pengembalian kawasan Benteng Vastenburg seperti aslinya,” tegas Presidium KPCBN, Agus Anwari kepada Espos di ruang kerjanya, Kamis (29/7). Data yang mereka telisik di BPN, kata Anwari, mengungkapkan bahwa kawasan Benteng Vastenburg bukanlah sebatas tembok benteng yang melingkar di utara Jalan Mayor Sunaryo seperti yang dipahami selama ini.

Melainkan meliputi juga lahan-lahan di sepanjang Gedung DHC 45 ke barat hingga PGS dengan total luas 86.565 meter persegi. “Sekarang, yang tersisa hanya gedung DHC 45. Sebab, lahan di sisi baratnya sudah menjelma BTC dan PGS. Kami sepakat, jika Pak Wali selalu mempertanyakan keberadaan gedung-gedung tersebut,” paparnya.

Anggota KPCBN lainnya, Setiawan lebih lanjut membeberkan bahwa kawasan Vastenburg yang ada selama ini sudah dialihkan dan dipecah-pecah ke sekitar sepuluh orang dengan status hak guna bangunan (HGB), kecuali Gedung DHC 45. Dari sejumlah pemegang HGB tersebut, tiga di antaranya telah berdiri gedung-gedung baru dengan merusak situs-ritus sejarah kawasan Benteng Vastenburg. “Ketiga gedung itu ialah BTC, PGS, dan Danamon. Dan ketiga gedung tersebut melanggar UU Cagar Budaya,” tegasnya.

Terkait itulah, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat Solo untuk merebut kembali kawasan Benteng Vastenburg dan dikembalikan kepada negara. Dia juga mendesak agar pemerintah kota dan legislatif bersatu untuk mencabut atau tak lagi memperpanjang HGB kawasan Benteng Vastenburg, baik PGS, BTS, atau Bank Danamon pafda tahun 2012 nanti. “Bukan hanya benteng dalam artian bangunan pagar keliling. Namun, kawasan-kawasan yang sudah tercatat sebagai cagar budaya juga harus dikembalikan ke negara.”

Menurutnya, bukti-bukti atas perusakan bangunan cagar budaya sudah terlihat kasat mata. Sehingga, tak ada lagi alasan bagi negara untuk mencabut HGB yang selama ini dikuasai oleh sejumlah orang. “Bukan hanya Robby Sumampouw yang selalu disebut-sebut. Namun, orang-orang lainnya yang mememgang HGB Benteng Vastenburg juga harus ditarik saat masanya habis,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…