Kamis, 29 Juli 2010 13:39 WIB News Share :

Pertemuan SBY-JK silaturahim biasa

Jakarta–Menurut versi Istana, mantan Wapres Jusuf Kalla datang ke Istana bukan dipanggil, melainkan meminta waktu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bertemu. Tidak ada agenda khusus yang dibahas SBY dan JK.

“JK meminta waktu Presiden untuk bertemu. Biasalah silaturahim. Mungkin memang tidak ada hal-hal khusus yang dibahas,” kata Juru Bicara Presiden SBY, Julian Pasha, di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (29/7).

Dikatakan dia, pertemuan itu hanya berlangsung empat mata selama setengah jam.

Ketika ditanya apakah SBY-JK membahas soal ledakan gas, Julian mengaku tidak tahu.

“Saya tidak ikut ke dalam. Tetapi, rasanya tidak karena hanya beliau berdua ya Bapak Presiden dan JK,” ujar dia.

Julian menegaskan Presiden SBY tidak pernah curhat tentang masalah yang dihadapinya.

“Presiden tidak pernah curhat selalu firm, mungkin angle yang diambilnya kelihatannya punya nuansa yang tidak begitu pas sehingga interpretasi publik juga macam-macam. Tetapi, yang pasti Presiden tidak pernah curhat. Tidak benar itu,” papar Julian.

Orang dekat JK yang enggan disebut namanya sebelumnya mengatakan, kedatangan JK untuk diminta sarannya terkait dengan tabung elpiji 3 kg yang kerap mendatangkan musibah.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…