Kamis, 29 Juli 2010 11:58 WIB Issue Share :

Pencipta senang video Jojo-Sinta bikin 'Keong Racun' meledak

Bandung –– Sosok Buy Akur mungkin terdengar awam di kancah musik Indonesia. Lagu ‘Keong Racun’ yang ditembangkan Lisa itu merupakan karya cipta pria asal Bandung tersebut. Tanpa Buy Akur pula, nama Jojo-Sinta tak mungkin selangit. Begitu pula sebaliknya Siapa Buy Akur?

Ya, Buy Akur yang bernama asli Subur Tahroni,49, merupakan musisi dan pencipta lagu kelahiran Bandung pada 6 April 1961. Bapak empak anak itu selama ini tinggal di Jalan Pagarsih, Gang Siti Mariah No 305, RT 10 RW 01, Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.

“Sudah ada ratusan lagu ciptaannya. Mulai jenis pop, dangdut, rock, Sunda dan lainnya. Itu juga tergantung pesanan produser juga,” kata istri pencipta lagu ‘Keong Racun’, Yeti Wartini 49, saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis (29/7). Kebetulan, Buy Akur sedang berada di luar kota sejak 27 Juli lalu.

Yeti menuturkan, lagu ‘Keong Racun’ sudah diciptakan suaminya dua tahun lalu. Selain ‘Keong Racun’, karya Buy Akur lainnya yang terkenal ialah ‘Pacar Lima Langkah’.

“Kalau ciptaan yang terkenal ada lagi. Itu yang lagu berjudul ‘Sedang-sedang Saja’ yang dinyanyikan Vetty Vera,” terangnya.

Komentar dilontarkan pula anak sulung Buy Akur yakni Bayu Eka Prasatia,17. “Senang saja lagu bapak jadi terkenal. Pokoknya sama-sama diuntungkan setelah beredarnya video lipsing lagu ‘Keong Racun’ Jojo-Sinta,” ujar Bayu.

Heboh lagu ‘Keong Racun’ yang ditirukan Jojo-Sinta itu tidak membuat keluarga resah. Buy Akur pun tidak mempermasalahkannya. Inilah yang dikatakan Elvin Suteja,32, yang masih ada ikatan keluarga dengan Buy Akur.

“Kang Abuy mengaku senang karena lagu ‘Keong Racun jadi meledak setelah adanya video Sinta dan Jojo. Sebenarnya lagu tersebut sudah terkenal di Bandung yang dinyanyikan Lisa,” ujar Elvin yang beberapa waktu lalau pernah mengobrol dengan Buy Akur terkait video heboh yang beredar di youtube.

Kepada Elvin, Buy Akur tidak mempersoalkan video itu. “Video itu kan koleksi pribadi mereka. Cuma lipsing saja. Kang Abuy hanya bilang syukur Alhamdulillah. Ya, saling menguntungkan,” tutur Elvin.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…