Kamis, 29 Juli 2010 16:31 WIB Boyolali Share :

Pemkab Boyolali gelar razia PSK dan Gepeng

Boyolali (Espos)–Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Boyolali bersama sejumlah instansi terkait seperti Satpol PP, Polres Boyolali dan Kodim 0724/Boyolali menggelar razia terhadap pekerja seks komersial (PSK), gelandangan dan pengemis (Gepeng), Kamis (29/7).

Dalam razia itu, tim gabungan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga PSK, masing-masing di kawasan Pasar Kayu Sonolayu dan seorang di warung ayu di Desa Jenengan, Sawit, Boyolali. Ketiga orang yang diduga PSK itu masing-masing Sum, En dan Ti. Selanjutnya ketiganya dibawa ke Panti Resos Wanitatama di Solo untuk mendapatkan bimbingan ketrampilan.

Saat melakukan pencarian di sekitar Pasar kayu Sonolayu, petugas yang dibagi dalam tiga tim bergerak menutup tiga pintu masuk pasar. Petugas kemudian menyisir petak-petak los dan warung di pasar tersebut. Dua orang yang diduga PSK tengah nongkrong di warung langsung diamankan. Petugas tidak menghiraukan rengekan wanita itu yang mengaku untuk membeli makanan di warung.

“Petugas sudah hafal mereka karena beberapa kali terjaring razia. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dengan jadwal yang berbeda agar tidak bocor,” ujar Kasi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Disnakertransos Rusbagyo kepada wartawan.

fid

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…