Kamis, 29 Juli 2010 13:53 WIB Internasional Share :

Kebocoran dokumen, penyelidikan difokuskan ke spesialis intelijen

Washington--Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) tengah bekerja sama dengan militer untuk menyelidiki sumber bocornya puluhan ribu berkas militer rahasia mengenai perang Afghanistan. Sebagian besar dari sekitar 91 ribu berkas rahasia itu diposting di situs WikiLeaks.

Penyelidikan itu difokuskan pada Bradley E. Manning, spesialis intelijen Angkatan Darat AS. Penyelidikan juga difokuskan pada orang-orang lainnya yang telah membantu pria berumur 22 tahun itu.

“Mereka akan melihat kemana saja bukti-bukti mengarah,” kata juru bicara Pentagon, Kolonel Dave Lapan seperti dilansir Washington Post, Kamis (29/7).

Manning belum lama ini dituntut atas dakwaan memberikan informasi rahasia ke sumber tak resmi sewaktu ditempatkan di Irak.

Seorang mantan hacker mengungkapkan bahwa Manning mengaku padanya telah mengirimkan dokumen-dokumen dan video ke situs WikiLeaks.

Dalam wawancara Minggu, 25 Juli lalu, mantan hacker tersebut, Adrian Lamo mengatakan, kemungkinan besar Manning merupakan sumber WikiLeaks untuk dokumen-dokumen rahasia mengenai perang Afghan.

Gedung Putih telah mengutuk pembocoran berkas-berkas rahasia tersebut. Pentagon pun telah melancarkan pemburuan untuk menemukan siapa yang membocorkan dokumen, yang salah satunya mengenai jumlah kematian warga sipil di Afghanistan yang sebelumnya tidak dilaporkan.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…