Kamis, 29 Juli 2010 16:20 WIB Ekonomi Share :

JK tak setuju jika kembali ke minyak tanah lagi

Jakarta –– Wacana kembali ke minyak tanah menyeruak setelah ledakan gas marak terjadi. Namun mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak setuju jika opsi itu dilakukan.

“Ndaklah, jangan,” kata JK usai melayat istri Din Syamsuddin, Fira Beranata, di kediaman Din, Pejaten Elok, Jakarta Selatan, Kamis (29/7).

JK mengatakan, bahan bakar minyak tanah terlalu mahal. Jika dipaksakan, dua pihak yakni pemerintah dan rakyat akan sama-sama ‘menderita’.

“Kemahalan,” kata JK.

Namun JK tetap tidak mau berkomentar tentang solusi apa yang disarankannya kepada SBY. Soal rencana penarikan tabung gas, JK juga memilih tidak berkomentar.

“Nantilah, nanti,” katanya seraya masuk ke dalam mobil.

Dalam ‘pemilu migas’ yang digagas aktivis Bendera di sejumlah kampung, minyak tanah selalu menang telak melawan gas. ‘Kemenangan’ ini karena peserta ‘pemilu’ takut menjadi korban ledakan.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…