Kamis, 29 Juli 2010 23:04 WIB Solo Share :

Hingga Juli, APBD baru terserap 36 persen

Solo (Espos)–Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo tahun 2010 hingga bulan Juli ini baru terserap sekitar 36 persen. Pelaksanaan sejumlah proyek besar pun masih banyak yang tertunda.

Hal tersebut diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Suharto ketika ditemui wartawan di sela-sela Rapat Koordinasi Pengendalian APBD tahun 2010 di Bale Tawangarum Balaikota Solo, Kamis (29/7).

“Hingga pertengahan tahun ini, memang baru sekitar 36 persen anggaran belanja yang telah digunakan. Padahal idealnya, 50 persen anggaran sudah harus diserap dalam setengah tahun pertama. Masih banyak kegiatan besar, terutama pembangunan fisik yang belum terlaksana,” ungkap Budi.

Dijelaskan Budi, proses lelang tender yang seharusnya dilaksanakan sebelum bulan Juli terpaksa diundur hingga paruh kedua tahun ini. Hal itu menyebabkan penyerapan anggaran di semester pertama dinilai tidak sesuai target.

Lebih lanjut Budi mengatakan masih rendahnya penyerapan dana APBD juga disebabkan oleh banyaknya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat yang belum turun. “Dana tersebut baru akan turun di semester dua ini,” kata Budi. Besarnya Dana Alokasi Khusus yang belum cair mencapai Rp 100 miliar.

Sementara itu, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo, Anung Indro Susanto mengatakan terkait penyerapan APBD, sebenarnya Pemkot telah memberikan beberapa formula agar dapat dilaksanakan sesuai target.

“Penetapan APBD 2010 sudah dilakukan sebelum tahun baru,” kata Anung. Dikebutnya penetapan APBD tersebut sengaja dilakukan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan begitu tahun anggaran berganti.

Saat dimintai tanggapan terkait hal itu, Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut. Diakui Jokowi, pihaknya telah berulang kali mengingatkan kepada masing-masing SKPD agar dapat bergerak cepat sesuai jadwal dalam hal pelaksanaan proyek yang menggunakan APBD. “Hal ini memang telah menjadi sebuah kebiasaan yang kurang baik dan harus ada perubahan,” tegas Jokowi.

sry

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…