Kamis, 29 Juli 2010 20:23 WIB Wonogiri Share :

Gubernur
OP beras belum mendesak

Wonogiri (Espos)--Kendati harga beras di pasaran melambung cukup tinggi, Gubernur Jateng H Bibit Waluyo mengatakan operasi pasar (OP) beras maupun bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya belum terlalu mendesak untuk dilakukan. Menurutnya, persediaan Sembako di Jateng masih sangat cukup.

Informasi yang dihimpun Espos, harga beras di pasar tradisional di wilayah Wonogiri berada di kisaran Rp 6.000/kg untuk jenis beras lokal.

Harga tersebut, naik tinggi dibandingkan sebulan sebelumnya di mana harga beras dari jenis dan kualitas yang sama masih sekitar Rp 4.800/kg.

Bibit, yang ditemui wartawan seusai menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Jateng yang dipusatkan di Wonogiri, Kamis (29/7) mengatakan, kenaikan harga beras itu, juga sejumlah bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya, lebih karena sentimen menjelang Ramadan dan Lebaran. Bukan karena penurunan produksi padi yang disebabkan serangan wereng cokelat seperti anggapan banyak kalangan.

“Serangan wereng selama enam bulan terakhir tidak berpengaruh besar terhadap ketahanan pangan di Jateng. Pasalnya, cakupan serangan itu tidak terlalu luas. Dari total luas tanaman padi di Jateng sekitar 8 juta hektare,  yang puso akibat wereng hanya 800 hektare,” jelasnya.

Bibit juga mengatakan, data sampai akhir 2009 lalu, Jateng masih surplus beras sebesar 2,6 juta ton.

shs

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…