Kamis, 29 Juli 2010 22:46 WIB Sukoharjo Share :

Disdik akui banyak SD dan TK kekurangan murid

Sukoharjo (Espos)–Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo mengakui di tahun ajaran 2010/2011 sejumlah sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) di wilayah Sukoharjo kekurangan murid.

Kendati begitu, hingga kini Disdik belum mempertimbangkan mengambil langkah dalam mengatasi masalah tersebut. Kabid Pendidikan Dasar TK & SD Disdik Sukoharjo Sukardi mengatakan, selain kekurangan murid, pihaknya juga telah menerima laporan adanya SDN yang tidak mendapatkan murid yakni, di SDN Gayam 04 Sukoharjo.

“Laporan yang kami terima sekolah yang tidak dapat murid tahun ajaran baru ini hanya di SDN Gayam 04. Untuk sekolah lain belum ada, hanya kekurangan murid saja,” terangnya kepada wartawan, Kamis (29/7) di sela-sela acara Hari Anak di TK Negeri Pembina.

Dia menerangkan, untuk SD maupun TK yang kekurangan murid sebagian besar berada di daerah pedesaan seperti Bulu, Nguter dan Weru. Menurutnya, jumlah murid TK standarnya 20 siswa, namun dalam kenyataanya ada TK yang hanya menerima delapan siswa. Sementara jumlah penerimaan siswa SD, idealnya 28 siswa. Namun, di beberapa daerah SD hanya dapat siswa 15 murid.

Lebih lanjut dia mengatakan, adanya sekolah yang kekurangan murid di Sukoharjo disebabkan lantaran program KB berhasil dan diperkirakan mutu di sekolah tersebut kurang sehingga kurang diminati. Selain itu, katanya, banyaknya anak yang ikut merantau orangtuanya ke luar daerah juga menjadi salah satu penyebab sekolah kekurangan murid.

Terkait masalah tersebut, hingga kini pihaknya belum mengambil kebijakan apapun, termasuk melakukan pemerataan siswa di sekolah-sekolah. Untuk sementara pihaknya menunggu sekolah menghabiskan siswa terlebih dahulu.

“Kalau sudah habis bisa jadi nanti akan di re-grouping. Tapi sementara ini kami akan biarkan sekolah untuk berkompetisi supaya kepala sekolah dan guru lebih kreatif, apalagi sekarang orangtua sudah pintar menilai sekolah yang bagus,” katanya.

ufi

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…