Kamis, 29 Juli 2010 18:55 WIB Sragen Share :

Biaya SBI mahal, orangtua lebih pilih SDN 4 Sragen

Sragen (Espos)–Sedikitnya 16 orangtua walimurid eks-SBI Kroyo lebih memilih menempatkan anak mereka untuk belajar di SDN 4 Sragen, kendati jumlah siswanya overload.

Orangtua walimurid tersebut bersikukuh tidak mau menyekolahkan anak-anak mereka ke SBI Kroyo, Karangmalang karena beban biaya pendidikan di SBI yang cukup mahal.

Para orangtua walimuris eks-SBI Kroyo diundang pihak SDN 4 Sragen, Kamis (29/7) pagi, untuk diberi penjelasan tentang perintah Bupati Sragen Untung Wiyono agar anaknya dikembalikan ke SBI Kroyo.

Pihak sekolah juga menjelaskan kondisi sekolah di SDN 4 Sragen sudah overload. Para orangtua siswa eks-SBI Kroyo mengaku enggan mengembalikan anaknya, karena beban biaya pendidikan di SBI yang cukup mahal. Kendati Bupati bakal memberikan subsidi ternyata wacana itu pun hanya dipandang sebelah mata.

“Rata-rata alasannya biaya. Tapi ada juga yang beralasan karena ada beberapa pelajaran reguler di SBI yang justru kalah jauh dibanding sekolah reguler,” ungkap Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SDN 4 Sragen Aru Susilowati, saat ditemui wartawan, Kamis (29/7).

trh

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…