Kamis, 29 Juli 2010 22:38 WIB Boyolali Share :

Bajing loncat jarah kain, kerugian belasan juta rupiah

Boyolali (Espos)–Kawanan bajing loncat beraksi di wilayah hukum Polres Boyolali, Kamis (29/7) pagi. Akibatnya, belasan rol kain yang hendak dikirim ke Solo raib dibawa pencuri. Kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta.

Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian menyebutkan aksi pencurian pada truk bermuatan itu terjadi di ruas jalur lingkar utara tepatnya di Kalikiring, Desa/Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Truk bermuatan kain Nopol BE 4509 AL itu berangkat dari Bandung, Rabu (28/7) malam.

Truk yang dikemudikan Asep Baskailan, 38, warga Pereng, Cikawau, Pacet, Kabupaten Bandung itu membawa 969 rol kain. Rencananya sebanyak 963 rol kain akan dikirim ke sebuah perusahaan di Jalan Adisucipto Solo dan sisanya akan dikirim ke perusahaan di Semarang.

Kepada wartawan Asep Baskailan mengatakan truk yang dikemudikan itu berhenti di Weleri Kendal untuk beristirahat. Setelah selesai istirahat, dirinya bersama kernet Asep Supartono, 43, warga Negla, Cisurupan, Kabupaten Garut mengecek kondisi truk. “Saya dan kernet juga mengecek di atas truk untuk memastikan kondisi barang bawaan dan tidak ada masalah, termasuk terpal,” papar dia.

Sesampai di Boyolali sekitar pukul 02.00 WIB, dirinya merasa mengantuk dan akhirnya berhenti di pinggir jalan di Kalikiring, Mojosongo. Senada, kernet truk Asep Supartono menjelaskan setelah bangun tidur dan bersiap menuju Solo, dirinya mengecek kondisi truk. Ternyata terpal penutup sobek dan 15 rol kain dari PT Kahatex yang ada di dalamnya sudah raib. “Setelah itu saya langsung melapor ke Mapolres Boyolali,” tandas dia.

Petugas dari Mapolres Boyolali yang memperoleh laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Mojosongo AKP IGA Hartini yang ditemui di lokasi kejadian mengaku masih melakukan penyelidikan. “Kami masih menyelidiki kasus ini. Pasalnya, ada kemungkinan pencurian tidak di Boyolali. Bisa jadi saat istirahat di Weleri atau bisa juga di perjalanan. Untuk itu, kami masih meminta keterangan dari sopir dan kenek truk,” tegasnya.

fid

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…