Kamis, 29 Juli 2010 18:20 WIB Karanganyar Share :

60% unit di Rusunawa Jaten kosong

Karanganyar (Espos)–Sekitar 60% unit ruang di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang terletak di Soka, Brujul, Jaten, Karanganyar, belum terisi penyewa. Biaya operasional untuk Rusunawa lebih tinggi dibanding pendapatan sewa.

Bangunan yang mulai dioperasikan Maret 2009 itu memiliki 192 unit sewa. Data terakhir yang dikeluarkan oleh pihak tertunjuk untuk mengelola Rusunawa itu, yakni Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, menyatakan, hanya sekitar 82 unit yang saat ini tersewa.

Kepala Dinsosnakertrans Karanganyar, Sumarmo, melalui Sekretarisnya, Suripto mengatakan mulanya bangunan itu diperuntukkan bagi para pekerja. Dia mengatakan hal itu didasari oleh asumsi awal yang memandang lokasi bangunan berdekatan dengan daerah industri.

“Karena unitnya banyak maka butuh waktu juga untuk memasarkannya. Sekarang tidak hanya pekerja, warga juga boleh menyewa,” katanya saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Kamis (29/7).

Kasi Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja (Hubinsyaker) Dinsosnakertrans Karanganyar, Ambarwati G, mengatakan, lokasi bangunan itu menjadi salah satu sebab sepinya penyewa. Dinding batako pada salah satu blok di kompleks itu, yakni blok AHK, dianggapnya berpengaruh terhadap minat penyewa.

“Padahal blok itu paling awal dibangun, namun kondisinya berbeda dengan blok lain dan itu menjadi sebab tidak meratanya unit tersewa,” terangnya.

m85

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…