Rabu, 28 Juli 2010 19:15 WIB Klaten Share :

Warga heran terima edaran DPU minta bantuan

Klaten (Espos)--Warga Klaten merasakan keanehan dengan adanya edara berkop surat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten yang isinya meminta bantuan untuk pengecatan jalan protokol.

Warga pun mempertanyakan adanya edaran itu. Sebab, tahun-tahun sebelumnya tak menerima edaran semacam itu.

KT, 30, salah seorang staf di tempat usaha jasa yang berkantor di Jalan Pemuda Selatan, Rabu (28/7), mengatakan, edaran tersebut diantarkan oleh seorang pria berpakaian batik dan mengenakan topi bertuliskan Pemda Klaten.

“Katanya dalam rangka HUT RI ke-65, DPU perlu bantuan untuk mengecat jalan,” jelasnya di Klaten.

Dia yang mewanti-wanti identitasnya dirahasiakan itu menambahkan, pria tersebut ujung-ujungnya meminta sumbangan uang secara sukarela. Alasannya, anggaran yang dimiliki DPU sudah menipis
sehingga perlu sokongan dari masyarakat. KT menolak dengan dalih permintaan bantuan harus dialamatkan ke kantor pusat di Solo.

“Biasanya sumbangan untuk Hari Kemerdekaan kami salurkan lewat RT/RW setempat. Tadi memang tidak dipaksa tapi hanya diminta menyumbang uang sukarela.”

Kepala DPU Klaten, Tajudin Akbar saat dimintai konfirmasi mengatakan, tidak benar ada permintaan bantuan uang yang diedarkan bagi masyarakat yang membuka tempat usaha di sepanjang jalan protokol.

“Memang ada edaran tapi isinya meminta agar pemilik usaha membantu mengecat jalan protokol di depannya.”

rei

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…