Rabu, 28 Juli 2010 21:44 WIB Solo Share :

Sopir becak keluhkan parkir Pasar Klewer

Solo (Espos)–Puluhan sopir becak yang biasa mangkal di Jalan Rajiman sisi utara Pasar Klewer mengeluhkan lahan parkir mereka yang dipakai untuk kendaraan bermotor.

Meski di area tersebut telah terpasang rambu dilarang parkir, namun puluhan sepeda motor milik pengunjung pasar tetap di area tersebut. Ketua II Paguyuban Becak Solo Mandiri Pasar Kliwon, Sartono, mengungkapkan, kondisi itu merugikan para sopir becak karena minimnya lahan parkir. “Awalnya memang untuk kami (sopir becak), tapi lama-lama malah kami yang tergusur,” katanya, Selasa (27/7).

Karena kehilangan lahan parkir, maka puluhan sopir becak itu mengunakan lahan parkir di sekitar badan jalan. Kondisi itu praktis membuat semrawut arus lalu lintas di area tersebut. Selain untuk parkir sepeda motor, area tersebut juga untuk parkir gerobak. Sartono menambahkan, area parkir sepeda motor sebenarnya telah disediakan di selatan kompleks Masjid Agung dan di sejumlah titik lainnya. “Namun masih ada saja yang parkir di tempat parkir becak,” ujarnya.

Kondisi ini selain membuat arus tidak lancar, tambah Sartono, juga mengurangi pendapatan para sopir becak. Lokasi mereka mangkal yang kurang strategis membuat kesulitan mencari penumpang. Hal senada disampaikan sopir becak lainnya, Parman. Ia mengaku aktivitasnya terusik dengan adanya parkir motor di area becak. “Mestinya ada tindakan, kalau dibiarkan terus, kami yang rugi,” katanya.

m86

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….