Rabu, 28 Juli 2010 20:48 WIB Pendidikan Share :

SD di Solo ramai-ramai ajukan tambahan guru

Solo (Espos)--Sekolah Dasar (SD) di Kota Solo mulai ramai-ramai mengajukan permohonan tambahan tenaga guru pengajar ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Hal ini lantaran kurangnya jumlah tenaga guru di masing-masing sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, kekosongan tenaga guru SD di Solo tersebar di seluruh SD baik negeri maupun swasta.

Kepala Sekolah SD Negeri Wiropaten III Sugeng WH ketika dijumpai Espos, Selasa (27/7) mengatakan telah mengajukan permohonan tambahan tiga tenaga guru pengajar ke Disdikpora belum lama ini.

Selama ini, dia menilai jumlah tenaga guru pengajar di sekolahnya pas-pasan. Di mana secara keseluruhan jumlah guru ada sebanyak enam orang ditambah dengan satu orang kepala sekolah.

Dengan rincian, satu guru pengajar kelas 1, 3, 5 dan 6. Sedangkan untuk kelas 2 dan 4 terpaksa dibagi-bagi, artinya guru double job. Sementara sisanya dua tenaga guru lainnya mengajar agama dan olahraga.

Idealnya, dia menuturkan sesuai dengan kebutuhan jumlah tenaga guru di masing-masing sekolah ada sebanyak sembilan orang. Dengan demikian pihaknya masih kekurangan tiga tenaga guru tambahan.

“Kekurangan guru ini sudah kami sampaikan ke Disdikpora belum lama ini. Tapi katanya disuruh tunggu dulu,” tuturnya.

isw

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…