Rabu, 28 Juli 2010 12:42 WIB Internasional Share :

Pentagon buru pelaku pembocoran dokumen rahasia

Washington–Pentagon tengah melancarkan pemburuan untuk menemukan siapa yang membocorkan puluhan ribu dokumen rahasia mengenai perang di Afghanistan. Salah satu skandal kebocoran rahasia terbesar dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Pejabat-pejabat keamanan AS mengatakan, orang yang berada di balik pembocoran dokumen rahasia itu tampaknya memiliki akses rahasia ke dokumen-dokumen sensitif mengenai perang Afghanistan.

“Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk mencoba memastikan siapa yang bertanggung jawab,” kata sekretaris pers Geoff Morrell seperti dilansir News.com.au, Rabu (28/7).

“Sebelum kita mengetahui siapa yang bertanggung jawab, kita harus berpegang pada kemungkinan bahwa bisa jadi ada informasi lain yang belum diungkapkan,” imbuh Morrell.

Sekitar 91.000 dokumen rahasia diterbitkan di situs internet Wikileaks pada Minggu, 25 Juli waktu setempat lalu. Berkas-berkas tersebut memuat rincian perang di Afghanistan, termasuk kematian korban sipil yang sebelumnya tidak dilaporkan. Dokumen-dokumen tersebut mulai dari tahun 2004 hingga 2009.

Salah satu isu paling kontroversial yang dibocorkan adalah seputar klaim bahwa Pakistan, sekutu kunci AS dalam perang melawan terorisme, mengizinkan mata-matanya bertemu Taliban secara langsung.

Berkas rahasia itu mengungkapkan kekhawatiran di kalangan NATO bahwa aparat intelijen Pakistan membantu Taliban. Namun Islamabad menepis kekhawatiran tersebut.

Gedung Putih mengutuk pembocoran berkas rahasia tersebut dan menyatakan aksi itu mungkin ancaman bagi keamanan nasional AS.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…