Rabu, 28 Juli 2010 20:16 WIB Pendidikan Share :

Menteri akui orang tak mampu susah kuliah

Padang–Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI, Mohammad Nuh mengakui anak-anak Indonesia berlatar belakang ekonomi rendah susah masuk perguruan tinggi (PT) sehingga butuh intervensi program beasiswa.

Kemendiknas mencoba menganalisa Angka Partisipasi Kasar (APK) per jenjang pendidikan pada 2008 dan terungkap perbedaan yang dalam antara jumlah mahasiswa perguruan tinggi dari keluarga kaya dari keluarga miskin.

Menteri menjelaskan, dari data perkembangan APK tahun 2008 itu, siswa asal keluarga kaya masuk perguruan tinggi tercatat 32,4 persen dan siswa keluarga miskin 4,19 persen.

“Jadi terdapat perbedaan yang masih tinggi atau sekitar 80 persen,” katanya.

Oleh karena itu, Mendiknas mengimbau pimpinan PT mengendepankan hati nurani dalam menerima mahasiswa baru.

Mendiknas juga menyatakan intervensi melalui program beasiswa perlu dilakukan untuk membantu mahasiswa kurang mampu.

Kemendiknas sendiri pada 2010 memberikan biaya siswa kepada 20.000 mahasiswa miskin di Indonesia, yang disebarkan ke PTN di wilayah Indonesia.

Program yang sama tahun depan tetap dilanjutkan sehingga semakin kecil perbedaan APK untuk masuk PT.

“Beasiswa yang diberikan sampai mahasiswa yang bersangkutan tamat,” katanya.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…