Rabu, 28 Juli 2010 13:36 WIB Tekno Share :

Kursi roda bisa digerakkan dengan nafas

Jakarta–Berkat sebuah teknologi baru, pasien penderita locked-in syndrome bisa menggerakkan kursi roda atau berselancar di internet hanya dengan bernafas.

Locked-in syndrome merupakan kondisi lumpuh yang diakibatkan kerusakan pada salah satu fungsi otak sehingga membuat seseorang tidak dapat bergerak atau berkomunikasi meskipun dia menyadari apa yang tengah terjadi di sekelilingnya.

Ilmuwan dari Weizmann Institute of Science di Rehovot, Israel, kemudian menciptakan teknologi pendeteksi nafas. Perangkat ini dapat mendeteksi perubahan tekanan udara yang terjadi di rongga nafas si pemakai dan mengubahnya kedalam bentuk sinyal elektrik.

Disitat detikINET dari Telegraph, Rabu (28/7), perangkat yang diciptakan Noam Sobel dan timnya ini kemudian dipasangkan pada software khusus dan digunakan untuk menggerakkan kursor di layar komputer atau menggerakkan kursi roda.

“Nafas merupakan penggerak yang sangat baik dan cepat,” kata Sobel seraya menyebutkan, perangkat yang diciptakannya tengah diujicoba pada tiga orang pasien penderita locked-in syndrome.

Salah satu pasien wanita berusia 51 tahun, memerlukan waktu 19 hari mempelajari cara menggunakan perangkat tersebut. Hasilnya, dia bisa menulis email pada keluarganya untuk kali pertama

Kesuksesan juga terjadi pada sua pasien lainnya, mereka yang menderita locked-in syndrome selama hampir 18 tahun bisa menggerakkan kursi roda dan menggunakan internet.

Namun Sobel belum bisa menyebutkan, kapan teknologi ini dikomersilkan. Hingga saat ini, dia masih mengembangkan perangkat pendeteksi nafas tersebut.

dtc/ tiw

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…