Rabu, 28 Juli 2010 15:39 WIB Hukum Share :

Kabareskrim
Kematian wartawan Kompas karena sakit

Bandung–Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi mengatakan bawah kematian wartawan Kompas Muhammad Syaifullah, Senin lalu, karena penyakit yang dideritanya bukan karena kekerasan atau hal lain.

Ia mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan secara medis melihat adanya atensi dari masyarakat atas kematian wartawan yang juga Kepala Biro Kompas Kalimantan Selatan itu.

“Kita sudah melakukan otopsi dan kita juga melihat hasil rekam medis almarhum yang memang mepunyai penyakit darah tinggi,” ungkap Kabareskrim kepada Wartawan di Bandung, Rabu (28/7).

Bahkan dalam otopsi pihak dokter dari Kompas ikut dalam otopsi yang dilakukan pihak Kepolisian.
“Saya tegaskan jika kematian almarhum karena penyakit yang dideritanya, dengan adanya hasil otopsi yang dilakukan oleh kami dan didampingi pihak Kompas, saya berharap agar pemberitaan terkait kematian almarhum tidak simpang siur lagi,” tutur Komjen Ito Sumardi.

Kabareskrim berharap dari hasil otopsi ini, memberi pemaparan kepada publik guna mengkalrifikasi rumor yang beredar terkait kematian wartawan Kompas tersebut, bukan karena kekerasan ataupun hal lainya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…