Rabu, 28 Juli 2010 09:55 WIB News Share :

Jalur Pantura di Pasuruan lumpuh akibat banjir

Pasuruan–Jalur pantai utara (Pantura) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (27/7) malam hingga Rabu dini hari (28/7), lumpuh setelah banjir setinggi 1 meter merendam Jalan Raya Tambakrejo, Kraton.

Tak pelak, banjir akibat luapan air Sungai Welang yang tak mampu menampung air hujan itu menyebabkan kemacetan dari arah Pasuruan dan dari arah Bangil. Bahkan, petugas menutup jalur itu mulai Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Rabu dini hari dilaporkan ratusan kendaraan yang terjebak banjir terpaksa menunggu air surut di jalan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu. Sementara kendaraan lain yang datang dari dua arah (Pasuruan-Bangil) dialihkan melalui jalur Purwosari-Pandaan.

Meski jalan raya yang terendam banjir hanya sepanjang sekitar 500 meter, arus lalu lintas dari dan ke Bali tampak terganggu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Pasuruan, Bambang Pudjiono, mengatakan banjir mulai merendam Jalan Raya Tambakrejo pada Selasa (27/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun, kata dia, jalur Pasuruan-Bangil mulai ditutup total sekitar pukul 22.00 WIB karena ketinggian air hingga 1 meter. Bambang Pudjiono mengatakan, meski banjir juga merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Kraton, pihaknya belum menerima laporan  harta benda maupun korban jiwa.

Banjir yang melanda Kecamatan Kraton, kata dia, disebabkan hujan deras di kawasaan hulu Sungai Welang sejak Selasa (27/7) sore. Kawasan hulu Sungai Welang meliputi Lawang Malang, serta Purwodadi dan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Hujan deras itu mengakibatkan air Sungai Welang meluap. Dan, bersamaan dengan itu, air laut sedang pasang purnama sehingga banjir kiriman dari daerah hulu Sungai Welang terhambat masuk laut, katanya menjelaskan.

Menurut dia, air yang seharusnmya masuk laut melalui sungai itu akhirnya meluap dan merendam Jalan Raya Tambakrejo dengan ketinggian sekitar 1 meter. Banjir merendam Jalan Raya Tambakrejo di sisi barat jembatan Sungai Welang yang posisinya terlihat lebih rendah. Kondisi jalan yang rendah ini menjadi langganan banjir setiap sungai itu meluap, katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…